×
image

LRT Jakarta Tembus Manggarai, Transit ke Bandara dan KRL Jadi Lebih Cepat

  • image
  • By Shandi March

  • 27 Nov 2025

Pembangunan rute baru LRT Jakarta Fase 1B membawa angin segar bagi mobilitas warga Ibu Kota. (X@txttransportasi)

Pembangunan rute baru LRT Jakarta Fase 1B membawa angin segar bagi mobilitas warga Ibu Kota. (X@txttransportasi)


LBJ - Pembangunan rute baru LRT Jakarta Fase 1B membawa angin segar bagi mobilitas warga Ibu Kota. Proyek strategis yang menghubungkan Velodrome langsung ke jantung transportasi massal, Stasiun Manggarai, kini memastikan integrasi penuh antar moda transportasi.

Langkah ini menjanjikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin berpindah dari LRT menuju KRL Commuter Line maupun Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Pengelola proyek menempatkan konektivitas sebagai fokus utama dalam pembangunan jalur ini. Desain stasiun di Manggarai memungkinkan penumpang melakukan perpindahan moda tanpa hambatan.

Baca juga : Saingi Whoosh, KAI dan Pemprov Jabar Sepakat Hadirkan Kereta Kilat Jakarta–Bandung Cuma 1,5 Jam

Hal ini bertujuan memperlancar arus penumpang dari wilayah utara dan timur Jakarta menuju pusat kota saat operasional resmi dimulai pada Agustus 2026 mendatang.

Project Director LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, menjelaskan mekanisme konektivitas tersebut saat meninjau lokasi di Stasiun Pegangsaan, Kelapa Gading, Rabu (26/11). Ia memastikan infrastruktur pendukung akan memanjakan para pengguna transportasi publik.

"Nanti akan ada jalur integrasi dari stasiun LRT Manggarai menuju KRL dan kereta bandara. Jadi, penumpang bisa turun di Manggarai, lanjut lewat jalur konektivitas, lalu berpindah ke LRT Jakarta dan sebaliknya," ujar Ramdani.

Baca juga : Tingkat Pengangguran Terbuka Jakarta Turun, Efek Job Fair Rutin Pemprov DKI

Pemerintah menggelontorkan dana modal (capex) mencapai Rp5,3 triliun untuk merealisasikan jalur Velodrome-Manggarai ini. Angka fantastis tersebut mencakup seluruh aspek pembangunan, mulai dari konstruksi fisik, biaya konsultan, hingga penyelesaian perizinan.

Meski menelan biaya besar, Ramdani menegaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan keuntungan finansial sebagai tolok ukur utama keberhasilan proyek ini.

Pihak pengelola lebih mengutamakan fungsi layanan publik (public service) yang modern. Mereka berharap fasilitas ini mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

"LRT Jakarta ini infrastruktur pelayanan publik. Jadi, kita tidak melihat kapan modalnya kembali, tetapi bagaimana masyarakat bisa terlayani, bermobilitas nyaman," tutur Ramdani.

"Sehingga masyarakat bisa menggunakan transportasi publik untuk mengurangi kemacetan dan emisi CO2 di Jakarta. Tujuannya lebih ke situ," tutupnya.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post