Saingi Whoosh, KAI dan Pemprov Jabar Sepakat Hadirkan Kereta Kilat Jakarta–Bandung Cuma 1,5 Jam

By Shandi March
27 Nov 2025
Kerja sama antara Pemprov Jabar dan PT KAI, hadirkan layanan kereta cepat, Stasiun Gambir menuju Bandung hanya 1,5 jam, yang diberi nama Kilat Pajajaran.(IG@dedimulyadi71)
LBJ - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya memastikan kehadiran layanan kereta cepat konvensional yang diberi nama Kilat Pajajaran, sebuah proyek perkeretaapian baru yang didesain menjadi kompetitor langsung layanan cepat Whoosh.
Kerja sama antara Pemprov Jabar dan PT KAI itu disepakati setelah melalui serangkaian pembahasan strategis mengenai peningkatan konektivitas kawasan metropolitan di Jawa Barat.
Layanan anyar ini menargetkan perjalanan Stasiun Gambir menuju Bandung hanya 1,5 jam, jauh lebih cepat dari kereta reguler yang membutuhkan sekitar 2,5 hingga 3 jam.
Baca juga : Heboh Tumbler Tuku Hilang, KAI Klarifikasi Nasib Petugas KRL
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengonfirmasi bahwa terobosan ini masuk dalam perjanjian optimalisasi layanan rel yang menyentuh banyak sektor.
"Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir-Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam melalui Bandung," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Rabu (26/11).
Kehadiran Kilat Pajajaran bukan hanya soal kecepatan mobilitas penumpang. Proyek ini sekaligus membuka jalan bagi lahirnya layanan baru bernama Kereta Api Tani Mukti, transportasi logistik khusus yang akan memobilisasi hasil pertanian dari sentra produksi di Jawa Barat menuju pusat pasar di Jakarta, Cirebon, dan Banjar.
Baca juga : Surat Edaran PBNU Soal Gus Yahya Beredar, Status Ketum Resmi Dicabut
Dedi menegaskan bahwa layanan logistik ini ditujukan untuk memotong biaya distribusi pangan yang selama ini membebani petani.
"Penyediaan lokomotif dan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta-Cirebon serta Jakarta-Banjar ini kami namakan Kereta Api Tani Mukti," katanya.
Tak hanya itu, kerja sama Pemprov Jabar dan PT KAI juga menyentuh revitalisasi jalur wisata Jaka Lalana, yang akan menghubungkan Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur.
Selain itu, percepatan elektrifikasi jalur Padalarang–Cicalengka turut masuk ke dalam roadmap sebagai dorongan baru bagi mobilitas warga Bandung Raya.
Baca juga : Polisi Ciduk Pengedar Ekstasi di Gambir, Ribuan Butir Narkoba Disita
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, disebut menyambut optimis kolaborasi ini dan siap menindaklanjutinya dengan pembentukan Joint Working Group yang akan menyusun kajian teknis hingga rencana kerja bertahap. Termasuk di dalamnya penataan kawasan Stasiun Bandung dan Kiaracondong agar sesuai standar layanan baru.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Purwakarta pada Selasa (25/11), disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan, Suntana.
Gubernur Dedi menutup pernyataannya dengan optimisme besar terhadap masa depan konektivitas Jawa Barat.
"Hari ini Pemprov Jabar bersama seluruh bupati dan wali kota berkomitmen mengembangkan perkeretaapian. Semoga perjalanan dari Jawa Barat menuju Jakarta semakin lancar," ujarnya.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
