Tingkat Pengangguran Terbuka Jakarta Turun, Efek Job Fair Rutin Pemprov DKI

By Shandi March
22 Nov 2025
Dari Job Fair, Zidan Pemuda Bertubuh Mungil Kini Diterima Kerja di Transjakarta. (X@DuniaPunyaCerita)
LBJ – Pasar tenaga kerja DKI Jakarta menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Ibu Kota dilaporkan turun signifikan, mencapai 6,05 persen pada periode Agustus 2025. Penurunan ini memicu optimisme di tengah upaya pemulihan ekonomi regional.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil langsung dari strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sepanjang tahun.
Strategi kunci yang ia soroti adalah penyelenggaraan pameran kerja atau Job Fair yang diadakan secara beruntun.
Pramono menjelaskan bahwa program job fair yang diadakan secara rutin terbukti efektif dalam memperluas jangkauan peluang kerja bagi warga Jakarta.
Selain itu, angka TPT yang menurun ini juga menjadi indikator solid perbaikan kondisi pasar tenaga kerja di tengah dinamika pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Baca juga : Cegah Tragedi SMAN 72 Terulang, Gubernur Pramono Siapkan Regulasi Pembatasan Akses Konten Kekerasan
Ia secara tegas menekankan kontribusi program tersebut dalam konferensi pers terkait APBD DKI Jakarta pada Jumat (21/11).
“Penurunan ini tentunya tidak lepas dari apa yang kami lakukan dengan Job Fair yang sudah 14 kali berturut-turut,” kata Pramono dalam konferensi pers APBD DKI Jakarta, Jumat (21/11).
Pemprov DKI tidak hanya fokus pada job fair reguler, tetapi juga aktif menyelenggarakan pameran kerja khusus untuk penyandang disabilitas. Program inklusif ini terbukti sukses membuka akses kerja yang setara.
Gubernur Pramono menyebutkan bahwa job fair khusus disabilitas berhasil merekrut hingga 150 pekerja. Salah satu kisah sukses yang menjadi sorotan publik adalah Zidan, penyandang disabilitas yang kini bekerja di TransJakarta.
Pramono berjanji akan terus mengadakan program ini secara periodik untuk memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas (difabel).
Pramono juga memaparkan sektor-sektor yang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar sepanjang tahun 2025. Sektor perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, serta transportasi mendominasi penyerapan.
Struktur ini sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota jasa dan pusat perdagangan regional.
“Kami akan adakan secara periodik karena ini memberikan ruang bagi difabel untuk mendapatkan kesempatan yang sama,” kata dia.
Pramono juga menyinggung peran vital investasi. Peningkatan aktivitas investasi di Jakarta turut berperan besar dalam penurunan TPT, dengan kontribusi mencapai 14,24 persen dari total investasi nasional.
“Aktivitas investasi menyerap 338.310 tenaga kerja,” ujarnya.
Meskipun TPT Agustus 2025 turun menjadi 6,05% dari angka Februari 2025 yang tercatat 6,18%, Jakarta masih menghadapi tantangan untuk menurunkan angka tersebut lebih jauh agar tidak tergolong tinggi di antara provinsi lain.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
