×
image

Longsor Banjarnegara: 500 Personel SAR Terjunkan Diri Cari 18 Korban Hilang

  • image
  • By Shandi March

  • 22 Nov 2025

Kantor SAR Semarang menerjunkan 500 personel gabungan untuk mempercepat pencarian korban longsor Banjarnegara yang sudah memasuki hari ketujuh, Sabtu (22/11). (X@DivisiHumasPolri)

Kantor SAR Semarang menerjunkan 500 personel gabungan untuk mempercepat pencarian korban longsor Banjarnegara yang sudah memasuki hari ketujuh, Sabtu (22/11). (X@DivisiHumasPolri)


LBJ — Upaya pencarian korban longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, kembali ditingkatkan. Kantor SAR Semarang menerjunkan 500 personel gabungan untuk mempercepat pencarian yang sudah memasuki hari ketujuh, Sabtu (22/11). Pengerahan besar-besaran ini dilakukan untuk menemukan 18 warga yang masih hilang setelah bencana terjadi pada Minggu (16/11).

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan bahwa operasi lapangan kini diperkuat dengan peralatan berat dan unit K9.

"Cuaca terpantau mendung, namun di siang hari diharapkan cerah untuk memudahkan pencarian," katanya, Sabtu (22/11) seperti dikutip dari Antara.

Sektor A dan C menjadi titik pencarian prioritas. Dua sektor itu dipilih karena diperkirakan menjadi lokasi terparah tertimbun material longsor. Budiono memastikan seluruh personel bergerak sejak pagi untuk memaksimalkan efektivitas pencarian.

Baca juga : Modus Baru Pencurian HP di Koja Jakarta Utara Terekam CCTV, Bawa Anak dan Istri

Tim gabungan tidak hanya mengandalkan kekuatan personel. Sebanyak 23 alat berat dan enam anjing pelacak juga diterjunkan untuk menyisir area yang tertutup tanah dan bebatuan tebal.

Hingga Jumat (21/11), tim SAR berhasil menemukan 10 jenazah korban longsor. Selain itu, petugas juga menemukan dua bagian tubuh yang hingga kini belum dapat diidentifikasi. Proses identifikasi akan dilakukan setelah evakuasi seluruh korban dituntaskan.

Budiono menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan sebelum semua korban ditemukan.

Bencana longsor di Desa Pandanarum terjadi pada Minggu, 16 November 2025. Wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa jam, menyebabkan lereng perbukitan tidak mampu menahan volume air.

Material tanah longsor kemudian menimpa permukiman warga dan menimbulkan puluhan korban hilang.

Baca juga :Kiper Bandung Rizki Nur Fadhilah Sadar Jadi Scammer di Kamboja, Bukan Korban TPPO

Warga setempat melaporkan bahwa suara runtuhan sempat terdengar keras sebelum material tanah meluncur ke pemukiman. Kondisi geografis desa yang berada di wilayah perbukitan semakin memperparah dampak longsor.

Operasi pencarian kini melibatkan berbagai unsur: SAR Semarang, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Pemerintah daerah juga menyiapkan tempat pengungsian dan posko logistik bagi keluarga korban.****


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post