Kiper Bandung Rizki Nur Fadhilah Sadar Jadi Scammer di Kamboja, Bukan Korban TPPO

By Shandi March
21 Nov 2025
Kiper Bandung Rizki Nur Fadhilah Sadar Jadi Scammer di Kamboja, Bukan Korban TPPO Begini Fakta Lengkapnya (X@dhemit_is_back)
LBJ - Kiper muda asal Bandung, Rizki Nur Fadhilah (18), akhirnya mengakui bahwa ia memang sadar akan bekerja sebagai scammer di Kamboja. Temuan ini mematahkan dugaan publik yang sempat menyebut dirinya sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kepolisian, pemerintah daerah, dan KBRI Phnom Penh telah mengonfirmasi bahwa keberangkatan Rizki merupakan keputusan pribadi yang ia sembunyikan dari keluarga.
Polda Jawa Barat menegaskan bahwa Rizki bukan korban perdagangan manusia.
"Sadar betul bahwa Rizky ini, dia menjadi scammer, nanti di sana jadi scammer," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, Kamis (20/11).
Polisi menemukan bahwa Rizki berkomunikasi langsung dengan pihak Kamboja dan membuat kesepakatan kerja, tetapi menutupi fakta tersebut dari keluarganya. Kepada orang tua, Rizki mengaku sedang mengikuti seleksi penjaga gawang PSMS Medan.
Baca juga : Eks Menpora Roy Suryo Respons Santai Dicekal ke Luar Negeri Karena Ijazah Jokowi
Rizki mendatangi KBRI Phnom Penh pada Rabu (19/11) pukul 06.00 pagi dalam kondisi sehat. Ia meminta bantuan untuk kembali ke Indonesia setelah keluar dari sindikat penipuan daring di Sihanoukville.
"RNF mendapatkan info lowongan pekerjaan via sosial media dan selama proses perekrutan tidak mendapatkan tekanan. Tidak terdapat pula kekerasan fisik saat yang bersangkutan berada di sindikat penipuan daring di Sihanoukville," tulis KBRI Phnom Penh dalam siaran pers resminya, Rabu (19/11).
Berdasarkan pendalaman itu, KBRI menyimpulkan bahwa Rizki tidak terindikasi sebagai korban TPPO. Proses pemulangannya kini sedang diurus, termasuk dokumen perjalanan dan koordinasi dengan otoritas Kamboja.
Rizki akhirnya menyadari kehidupan di Kamboja tidak sesuai bayangannya. Tuntutan kerja tinggi dan kondisi lingkungan yang keras membuatnya tidak betah. Ia kemudian membuat rekaman video yang viral di media sosial, meminta bantuan agar bisa pulang.
Baca juga : Gerindra, PAN, dan Golkar Tanggapi Gugatan Mahasiswa agar Rakyat Bisa Pecat DPR
Kepolisian Jawa Barat, KBRI, dan Pemprov Jabar kini mengoordinasikan pemulangannya. Namun, proses itu terkendala klausul perjanjian kerja yang mewajibkan pengembalian biaya kepada perusahaan.
Respons Gubernur Jabar dan Bupati Bandung
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan informasi yang sama.
"Saya sampaikan, Rizki bukan korban TPPO atau perdagangan orang. Dia bekerja biasa di sebuah perusahaan di Vietnam (Kamboja)," kata Dedi.
Ia menilai Rizki hanya tidak betah sehingga ingin kembali ke Indonesia.
Dedi juga memberikan pesan keras kepada masyarakat: bekerja di luar negeri membutuhkan mental kuat karena tekanan kerja yang berat.
Pernyataan senada disampaikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna terkait keadaan Fadhil.
"Kami mendapat informasi yang akurat bahwa kondisi Fadhil, ini berada di Kamboja dan bukan dikategorikan TPPO. Tetapi ini betul-betul keinginan pribadinya," tandas Dadang, Kamis (20/11).
Pemkab Bandung tetap mengawal proses pemulangannya sekaligus meminta masyarakat berhati-hati terhadap tawaran kerja tanpa kejelasan.
Kronologi: Dari Seleksi PSMS Medan hingga Tiba di Kamboja
Kisah Rizki bermula dari seseorang yang mengaku sebagai manajer klub sepak bola dari Sumatera Utara. Imas Siti Rohana, nenek Rizki, membeberkan bagaimana cucunya terpedaya tawaran itu.
"Jadi awalnya itu, orang tuanya bilang kalau anaknya mau ikut seleksi pemain bola untuk klub di Medan, PSMS Medan. Katanya mau ikut seleksi ke Jakarta dulu, lalu langsung ke Medan. Itu dapet informasi dari Facebook," kata Imas.
Namun setelah tiba di Jakarta, keluarga terkejut ketika Rizki memberitahu bahwa ia justru berada di Kamboja.
Selama perjalanan, Imas masih berkomunikasi dengan orang yang mengaku sebagai manajer itu, tetapi orang tersebut menghilang setelah Rizki mengaku berada di luar negeri.
"Berangkat dari Bandung ke Jakarta itu sendiri, dijemput oleh travel. Tanggal 26 Oktober. Tanggal 27 Oktober itu ada unggahan tiket pesawat dari Fadil rute Jakarta-Medan-Kualanamu. Tapi pada 4 November, anaknya bilang ada di Kamboja," ucapnya.
Imas mengungkap kondisi cucunya saat bekerja di Kamboja.
Baca juga :Taman Margasatwa Ragunan Klarifikasi Dugaan Korupsi Pakan Hewan yang Viral
"Dia (Fadhil) bilang kerjaannya 'menipu orang-orang Cina' lewat komputer. Padahal dia tidak bisa komputer. Tapi kalau komunikasi dengan keluarga, dia sembunyi-sembunyi di kamar mandi," ujarnya.
Rizki bahkan kerap menerima hukuman fisik dari tempatnya bekerja.
"Katanya kondisinya mengkhawatirkan. Dia sering disiksa. Disiksanya seperti disuruh push-up ratusan kali, disuruh membawa galon ke lantai sepuluh. Padahal anak sekecil itu jelas tidak terbiasa kerja seperti itu," kata Imas.
Rizki dikenal sebagai anak yang periang, aktif bersosialisasi, dan rajin membantu keluarga berjualan cokelat. Ia bermain sebagai penjaga gawang sejak kecil dan sempat menimba ilmu di SSB Hasebah dan Diklat Persib.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
