Dokter Tifa Ancam Tuntut Rektor UGM, Gegara Pernyataan soal Sarjana Muda Jokowi
By Shandi March
27 Aug 2025
.png)
Dokter Tifa ngaku bakal tuntut Rektor UGM, Ova Emilia. (Instagram @dokter_tifa)
LBJ – Dokter Tifa menegaskan dirinya siap menempuh jalur hukum terhadap Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, buntut dari pernyataan sang rektor yang menyebut Jokowi pernah menempuh jalur Sarjana Muda sebelum menyelesaikan studi sarjana.
“Rektor UGM akan saya tuntut: Mana ijazah sarjana muda Joko Widodo? Ayo rakyat, kita tuntut agar Joko Widodo dan UGM menunjukkan ijazah sarjana muda! Kali ini kita dapat petunjuk baru, menurut Rektor UGM, Ova Emilia, Joko Widodo menempuh jalur Sarjana Muda sebelum dia Sarjana!” tulis dokter Tifa lewat akun media sosial X pribadinya, @doktertifa, Selasa (26/8).
Dokter Tifa bukan pertama kali mengungkit isu keaslian ijazah Jokowi. Ia bahkan menyebut barang bukti di Bareskrim berupa Koran Kedaulatan Rakyat tahun 1980 yang memuat nama Jokowi sebagai calon mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM adalah palsu.
Baca juga : Roy Suryo Cs Rilis Buku Jokowi’s White Paper, Ungkap Analisis Forensik Ijazah Jokowi
Menurutnya, pernyataan Ova Emilia justru menguatkan keraguannya. Ia menilai ada kejanggalan dalam pengumuman nama mahasiswa baru.
“Kalau memang benar dia diterima di Program Studi Sarjana Muda Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, maka namanya tidak akan ada di pengumuman koran. Sebab calon mahasiswa Sarjana Muda diumumkan di kampus, bukan di koran! Beda kelas bos!” tegasnya.
Tak hanya itu, Tifa juga menuding keterangan Wakil Rektor Prof. Wening Udasmoro yang sebelumnya menyatakan hal serupa sebagai kebohongan. Ia menyebut, pernyataan UGM sebelum keterangan terbaru dari Ova Emilia tidak konsisten dan justru memperlebar polemik.
"Artinya, Koran Kedaulatan Rakyat tanggal 18 Juli 1980 yang dijadikan Bareskrim sebagai salah satu barang bukti, yang memuat nama Joko Widodo di nomor urut 14 sebagai Calon Mahasiswa Program Studi Sarjana Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 adalah Koran Palsu. Dan penjelasan UGM sebelum Rektor Ova Emilia ini memberikan pernyataan terbaru, sebagaimana yang disampaikan Wakil Rektor Prof Wening Udasmoro tanggal 15 April 2025 adalah pernyataan bohong!," ungkapnya.
Respons Publik
Cuitan Dokter Tifa cepat menyebar hingga ditonton lebih dari 72 ribu kali. Respons warganet pun beragam. Ada yang mendukung kritiknya, namun ada pula yang menganggap klaim Tifa tidak berdasar.
“Tifa, menurut saya pernyataan kamu gak tepat juga, pada angkatan sebelum 83, di UGM ada program S1 dan SM, mahasiswa S1 yang lolos PP boleh ikut yudisium program SM jika SKS dan IP memenuhi syarat, jadi anak S1 ijazahnya bisa 2, SM dan S1,” ujar seorang warganet dengan akun @sawunggading.
Baca juga : Kuasa Hukum Roy Suryo Khawatir Polda Metro Kebakaran Usai Sita Ijazah Jokowi
Komentar lain datang dari akun @awabdi2 yang mengingatkan, sejak 1978 jenjang Sarjana Muda seharusnya sudah dihapus.
"Seingat saya sejak tahun 1978 ketika Daoed Joesoef jadi mendikbud, tak ada lagi jenjang Sarjana Muda di Universitas, langsung S1 dan yang ada Dipl. 1, 2, dan Dipl. 3. Tapi kok di Fak. Kehutanan UGM ada sarmud ya," ujar akun @awabdi2.
Sementara akun @anantotejo justru menyarankan agar Tifa berkonsultasi dengan profesional terkait sikapnya.
"Makin saya perhatikan postingan Anda kok semakin menggelikan yah. Sepertinya Anda butuh profesional untuk mengembalikan mental saudara," tandas akun @anantotejo.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini