×
image

Agresi AS ke Venezuela Tewaskan 80 Orang, Korban Didominasi Warga Sipil

  • image
  • By Shandi March

  • 05 Jan 2026

Bangunan apartemen di Caracas yang menjadi korban serangan militer AS ke Venezuela. (X@MyLordBebo)

Bangunan apartemen di Caracas yang menjadi korban serangan militer AS ke Venezuela. (X@MyLordBebo)


LBJ - Serangan militer Amerika Serikat ke ke Venezuela dilaporkan menewaskan sedikitnya 80 orang. Jumlah korban tersebut diumumkan oleh otoritas Venezuela per Minggu (4/1), menyusul operasi udara yang menyasar sejumlah wilayah strategis negara tersebut.

Seorang pejabat senior Venezuela menyebut korban jiwa berasal dari kalangan sipil maupun personel militer. Pemerintah setempat masih melakukan pendataan lanjutan karena angka korban diperkirakan dapat bertambah seiring proses identifikasi di lapangan.

Sejumlah korban sipil dilaporkan berasal dari kawasan Catia La Mar, wilayah pesisir yang terletak tidak jauh dari bandara utama Caracas. Daerah ini disebut menjadi salah satu titik yang terdampak langsung oleh serangan udara.

Baca juga : Presiden Maduro Minta Bantuan Militer Kolombia, Hadapi Pengepungan Armada Besar AS di Perairan Venezuela

Menurut pejabat Venezuela, proses pencatatan korban masih berlangsung dan belum sepenuhnya rampung. Informasi tersebut disampaikan kepada media internasional dan dikutip dari Anadolu Agency.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Venezuela pada Sabtu (4/1) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Operasi militer itu menyasar ibu kota Caracas serta sejumlah negara bagian lain, termasuk Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Serangan tersebut disebut berlangsung cepat dan masif, dengan sasaran yang mencakup infrastruktur strategis dan lokasi yang diduga memiliki nilai militer. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Washington terkait rincian target maupun dasar hukum operasi tersebut.

Baca juga :Minyak Membeku, Kekuasaan Berpindah: Dampak Penangkapan Maduro bagi Energi Venezuela

Dalam perkembangan terpisah, media Amerika Serikat melaporkan adanya operasi khusus yang menyertai serangan udara tersebut. Pasukan elite AS Delta Force disebut terlibat langsung dalam penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Menurut laporan The New York Times, kedua tokoh tersebut langsung diterbangkan ke New York untuk menghadapi proses hukum. Mereka disebut akan menjalani sidang atas tuduhan yang berkaitan dengan narkoba dan terorisme.

Operasi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak internasional dan meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Hingga kini, situasi keamanan di sejumlah wilayah Venezuela masih dilaporkan belum stabil, sementara pemerintah setempat bersiaga menghadapi kemungkinan dampak lanjutan dari agresi militer tersebut.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post