×
image

Air Laut Pasang, BPBD Catat 7 RT Jakarta Terendam Banjir Rob

  • image
  • By Shandi March

  • 03 Jan 2026

Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah Jakarta pada Sabtu siang, 3 Januari 2026. (Dok. Video Sofyan)

Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah Jakarta pada Sabtu siang, 3 Januari 2026. (Dok. Video Sofyan)


LBJ - Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah Jakarta pada Sabtu siang, 3 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya tujuh rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan tergenang air laut pasang. Fenomena ini terjadi di tengah fase pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan bulan purnama.

Genangan banjir rob tersebar di dua wilayah utama. BPBD melaporkan tiga kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu terdampak, sementara empat kelurahan lainnya berada di kawasan Jakarta Utara. Air laut melimpas ke permukiman warga sejak siang hari dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Di wilayah Kepulauan Seribu, ketinggian genangan air tercatat berkisar sekitar 10 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Jakarta Utara dengan tinggi air rata-rata 10 sentimeter. Petugas BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan genangan dan memastikan situasi tetap terkendali.

Baca juga : Akses Darat Putus, BPBD Aceh Barat Kirim Logistik ke Sikundo Pakai Helikopter

Selain permukiman, banjir rob juga merendam satu ruas jalan utama di Jakarta Utara. Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS), tergenang air setinggi sekitar 15 sentimeter. Genangan tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.

BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa banjir rob kali ini dipicu oleh kondisi alam yang saling berkaitan.

"Hal tersebut menyebabkan kenaikan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Sabtu pukul 08.00 WIB dan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta," sebagaimana dikutip dari laporan BPBD.

Fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan purnama dan perigee menjadi faktor utama terjadinya banjir rob. Kondisi ini meningkatkan volume air laut sehingga meluap ke wilayah pesisir dan kawasan rendah di Jakarta.

Baca juga : Awal 2026 Diwarnai Tawuran Manggarai, DPRD DKI Usul Bansos Dicabut

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob susulan, terutama pada jam-jam pasang air laut. Petugas juga terus memantau kondisi pintu air dan perkembangan cuaca guna mengantisipasi dampak lanjutan.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post