Akses Darat Putus, BPBD Aceh Barat Kirim Logistik ke Sikundo Pakai Helikopter

By Shandi March
02 Jan 2026
Ilustrasi. Momen helikopter Super Puma TNI AU Salurkan 1 Ton Bantuan ke Desa Sekumur Aceh Tamiang. (X@Puspen_TNI)
LBJ – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, menggunakan helikopter karena akses darat belum dapat dilalui.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, menegaskan langkah tersebut menjadi satu-satunya pilihan agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat.
"Bantuan ini disalurkan melalui udara karena akses jalan ke kawasan Sikundo masih terputus dan masih dilakukan perbaikan," kata Teuku Ronal di Aceh Barat, Kamis (1/1), dikutip dari Antara.
BPBD mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok melalui pengiriman udara. Bantuan yang dikirimkan meliputi 125 kilogram beras, paket sembako dari BNPB sebanyak 15 kotak, serta satu unit mesin genset untuk menunjang kebutuhan listrik warga.
Baca juga : Tanggul Sungai Jebol, Banjir Kembali Rendam Kampung Raja Aceh Tamiang
Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik ke kawasan Sikundo yang terdampak banjir bandang. Namun, kondisi medan yang ekstrem membuat distribusi lanjutan harus mengandalkan helikopter agar pasokan makanan dan kebutuhan dasar tidak terputus.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 40 kepala keluarga yang tergabung dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo masih terisolasi di wilayah pedalaman.
"Kondisi masyarakat komunitas adat terpencil Sikundo saat ini sangat memprihatinkan, mereka tidak bisa keluar dari desa karena akses jalan rusak parah dan telah berubah menjadi aliran sungai," ujar Tarmizi.
Ia menjelaskan, keterisolasian tersebut telah berlangsung hampir sepekan sejak banjir bandang menghantam kawasan tersebut. Jalan sepanjang lima kilometer yang menjadi satu-satunya akses warga hancur total.
Baca juga :Gubernur Mualem Geram, Baut Jembatan Bailey di Aceh Diduga Dicuri
"Badan jalan yang ada sudah menjadi sungai dan jembatan penghubung juga terputus, masyarakat di sana benar-benar terisolir dari dunia luar," katanya.
Menurut Tarmizi, kondisi darurat memaksa sebagian warga mengambil risiko besar jika ingin keluar dari desa.
"Apabila mereka ingin keluar dari desa, hanya kepala desa dan dua masyarakat yang berani keluar menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer," ucapnya.
Selain berbahaya, situasi tersebut memicu kekhawatiran serius karena seluruh jalur logistik dan layanan kesehatan terputus. Lebih dari seratus warga dilaporkan mulai kekurangan pasokan bahan makanan dan obat-obatan.
Bupati Aceh Barat juga mengungkapkan bahwa jembatan gantung yang sebelumnya dibangun setelah viralnya anak-anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan kabel baja pada 2019, kini telah hanyut terbawa banjir.
"Saat ini, untuk menyeberangi sungai, tidak tersedia perahu atau sampan. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu," katanya.
Akses menuju Sikundo saat ini hanya dapat ditempuh dengan menembus kawasan hutan menggunakan kendaraan penggerak empat roda yang dikemudikan sopir off-road berpengalaman.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
