Tanggul Sungai Jebol, Banjir Kembali Rendam Kampung Raja Aceh Tamiang

By Shandi March
02 Jan 2026
Kondidi di Aceh Tamiang setelah dilanda banjir. (TikTok@JesWashington)
LBJ – Banjir kembali melanda Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Luapan air terjadi setelah tanggul sungai yang sebelumnya rusak dilaporkan jebol dan belum mendapat perbaikan menyeluruh, sehingga air sungai kembali merendam permukiman warga.
Tokoh pemuda Bendahara Hilir, M Daud, membenarkan kondisi tersebut dan menyebut warga kembali dilanda kecemasan.
"Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki," kata M Daud di Aceh Tamiang, Kamis (1/1), dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, peristiwa tanggul jebol terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam waktu tiga jam, genangan air meluas dan merendam kawasan yang sebelumnya telah terdampak banjir bandang.
Baca juga : Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatra Terus Berjalan, Jalan dan Sekolah Mulai Normal
Titik tanggul yang jebol berada di jalur penghubung antara Kecamatan Bendahara dan Seruway, sehingga air sungai meluap hingga ke badan jalan dan pemukiman warga.
M Daud menyebut kondisi banjir kali ini memperparah situasi warga yang belum sepenuhnya pulih.
"Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir," ujarnya.
Warga menduga banjir susulan tersebut berasal dari kiriman air dari wilayah hulu sungai, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan. Kerusakan tanggul yang belum tertangani membuat wilayah pesisir Bendahara menjadi sangat rentan setiap kali curah hujan meningkat.
Menurut M Daud, banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu telah merusak sejumlah titik tanggul sungai di kawasan pesisir. Hingga kini, perbaikan belum rampung sehingga ancaman banjir masih terus menghantui warga.
Baca juga :Siapa DJ Donny? Influencer Vokal yang Jadi Sasaran Teror Bom Molotov Hingga Bangkai Ayam
"Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi beberapa titik yaitu Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang," katanya.
Ia menambahkan, warga hidup dalam kekhawatiran setiap kali mendapat informasi hujan lebat di wilayah hulu.
"Hari ini kami merasa cemas apabila mendapat kabar intensitas hujan lebat di wilayah hulu, maka kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir kembali karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol," ucap M Daud.
Selain Kampung Raja, banjir juga sempat terjadi di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu (31/12) malam. Sungai di kawasan objek wisata pemandian Gunung Pandan meluap akibat hujan deras.
Datok Penghulu Kampung Selamat, Suherman, memastikan banjir di wilayahnya tidak berlangsung lama.
"Air masuk kampung sampai kawasan tower saja mau ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat," kata Suherman.
Pemerintah daerah terus memantau kondisi di sejumlah wilayah rawan sembari menunggu langkah perbaikan tanggul yang dinilai mendesak untuk mencegah banjir berulang.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
