Pilkada via DPRD Dinilai Tak Efektif, Adi Prayitno Usulkan E-Voting

By Shandi March
02 Jan 2026
Pengamat politik Adi Prayitno menilai pemilihan kepala daerah akan berjalan lebih mudah dan efisien apabila menggunakan sistem e-voting. (Instagram @adiprayitno.official)
LBJ – Pengamat politik Adi Prayitno menilai pemilihan kepala daerah akan berjalan lebih mudah dan efisien apabila menggunakan sistem e-voting. Ia menyebut pemungutan suara secara elektronik jauh lebih sederhana dibandingkan skema pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Adi menjelaskan, jika alasan utama wacana pilkada lewat DPRD berkutat pada efisiensi anggaran dan pencegahan politik uang, solusi teknis sebenarnya dapat dilakukan tanpa harus mengubah mekanisme demokrasi secara mendasar.
“Secara prinsip ya, kalau argumentasi pilkada oleh DPRD karena efisiensi atau politik uang, saya kira sangat gampang,” ujar Adi.
Baca juga : Guntur Romli Kecam Teror ke DJ Donny dan Sherly Annavita Sebut Pelaku Pengecut
Ia menilai efisiensi penyelenggaraan bisa dicapai melalui rekayasa teknis di tempat pemungutan suara. Menurutnya, jumlah pemilih dalam satu TPS dapat ditambah agar proses lebih ringkas dan hemat sumber daya.
“Misalnya efisiensi dari segi penyelenggaraan, misalnya dari rekayasa TPS itu ya ditambah jumlah pencoblosnya,” tambahnya.
Selain itu, Adi juga menyinggung opsi memperpanjang durasi pemungutan suara hingga sore hari sebagai langkah sederhana untuk menekan biaya dan memaksimalkan partisipasi pemilih tanpa harus mengubah sistem pemilihan.
Lebih jauh, Adi menilai gagasan e-voting layak dipertimbangkan secara serius. Ia menyebut sistem elektronik akan memangkas kerumitan teknis sekaligus memudahkan proses administratif dalam pelaksanaan pilkada.
Baca juga : Wakil MPR Kritik Pilkada Langsung: Demokrasi Direduksi Amplop dan Sembako
“Agak mudah sebenarnya. Atau misalnya mulai digagas soal e-voting. Itu kan lebih sederhana dan memudahkan terkait dengan hal ihwal teknis dan administratif penyelenggaraan,” tegasnya.
Pandangan Adi tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Ia menilai efisiensi seharusnya dicapai dengan inovasi sistem, bukan dengan mengurangi ruang partisipasi langsung masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
