×
image

Empat Influencer dan Aktivis Kritis Terima Teror, Ini Daftarnya

  • image
  • By Shandi March

  • 01 Jan 2026

Dj Donny & Sherly Annavita,  influencer yang dikenal vokal mengkritik berbagai persoalan nasional, mengalami intimidasi beragam, mulai dari kiriman bangkai ayam, bom molotov dan vandalisme. (IG@DJ Donny,Sherly Annavita)

Dj Donny & Sherly Annavita, influencer yang dikenal vokal mengkritik berbagai persoalan nasional, mengalami intimidasi beragam, mulai dari kiriman bangkai ayam, bom molotov dan vandalisme. (IG@DJ Donny,Sherly Annavita)


LBJ - Gelombang teror menyasar sejumlah aktivis dan influencer yang dikenal vokal mengkritik berbagai persoalan nasional. Bentuk intimidasi yang muncul beragam, mulai dari kiriman bangkai ayam, bom molotov, vandalisme, hingga ancaman digital yang menyasar langsung ruang privat para korban.

Rangkaian peristiwa ini memunculkan kekhawatiran serius soal kebebasan berekspresi di ruang publik. Sejumlah nama yang kerap bersuara kritis mengaku menerima teror setelah menyampaikan pandangan terkait penanganan bencana di Sumatra dan isu-isu sosial lainnya.

Berikut rangkuman empat aktivis dan influencer yang dilaporkan menerima teror:

1. DJ Donny

Ramond Dony Adam alias DJ Donny menjadi salah satu korban teror paling ekstrem. Ia pertama kali menerima paket berisi bangkai ayam dengan kepala terpenggal yang disertai surat ancaman bertuliskan, "Jaga mulutmu! Terutama di medsos, jangan pecah becah bangsa! atau kamu akan jadi seperti ayam ini!!!"

Baca juga : Guntur Romli Kecam Teror ke DJ Donny dan Sherly Annavita Sebut Pelaku Pengecut

Teror tidak berhenti di situ. Dua hari berselang, Rabu (31/12) dini hari, bom molotov dilemparkan ke rumahnya pada dini hari. Rekaman CCTV memperlihatkan dua pelaku bermasker melemparkan bom tersebut hingga mengenai kap mobil miliknya. DJ Donny langsung melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya.

Aksi teror ini diduga berkaitan dengan konten kritik DJ Donny soal penanganan banjir di Sumatra yang ia unggah di media sosial.

2. Iqbal Damanik (Greenpeace Indonesia)

Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, menerima kiriman bangkai ayam di teras rumahnya tanpa pembungkus. Pada kaki bangkai ayam tersebut terikat pesan ancaman bertuliskan, "Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu, mulutmu harimaumu".

Greenpeace Indonesia menyatakan dugaan kuat bahwa teror ini bukan kejadian tunggal. Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, menyebut adanya pola intimidasi yang mengarah pada upaya pembungkaman.

Baca juga : Tiga Bentuk Teror yang Dialami Sherly Annavita Usai Kritik Pemerintah

"Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini," ujar Leonard melalui unggahan Instagram @greenpeaceid.

3. Sherly Annavita

Konten kreator asal Aceh, Sherly Annavita, mengaku mengalami teror berlapis. Rumahnya dilempari sekantung telur busuk, mobil pribadinya dicoret pilok, dan ia menerima surat bernada ancaman.

"Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/ Sumatera, ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV terkait Bencana di Sumatera. Beberapa influencer lain yang bersuara sama juga ternyata mengalami perlakuan serupa," ujar Sherly dalam unggahan media sosialnya.

Ia juga mengungkap menerima pesan ancaman melalui nomor WhatsApp anonim dan akun bodong selama beberapa hari. Teror tersebut muncul setelah Sherly mengunggah kritik soal lambannya bantuan bencana banjir di Sumatra.

Baca juga : Ketua RT Beberkan Awal Teror Coretan Mobil Sherly Annavita

4. Yama Carlos

Aktor Yama Carlos turut melaporkan teror setelah mengunggah video satir terkait penanganan banjir Sumatra. Ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal dengan nada intimidatif seperti, "Segera hapus konten tiktokmu selama 1 minggu terakhir" dan "mana cepet".

Yama mengaku pesan singkat tersebut cukup mengganggu secara psikologis. "Sangat singkat, padat, tapi membuat saya gimana gitu," ujarnya melalui Instagram.

Ia menegaskan tidak menyebut nama atau pihak tertentu dalam konten satirnya, meski menyindir kondisi pemerintah yang dinilainya “seolah-olah bekerja”.

Rangkaian teror ini memantik solidaritas publik dan menimbulkan kekhawatiran atas iklim demokrasi. Banyak pihak menilai intimidasi terhadap suara kritis berpotensi menggerus kebebasan berpendapat yang dijamin dalam sistem demokrasi.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post