Tiga Bentuk Teror yang Dialami Sherly Annavita Usai Kritik Pemerintah

By Shandi March
31 Dec 2025
Sherly Annavita mengungkap bahwa teror yang diterima dirinya tidak berhenti pada satu bentuk ancaman. (Instagram @sherlyannavita)
LBJ – Konten kreator sekaligus dosen Sherly Annavita menjadi sorotan publik setelah mengungkap rangkaian teror yang dialaminya. Intimidasi tersebut muncul setelah dirinya menyampaikan kritik terkait penanganan bencana di Sumatera, khususnya di wilayah Aceh.
Sherly mengungkap bahwa teror yang diterima tidak berhenti pada satu bentuk ancaman. Ia menunjukkan bahwa intimidasi tersebut menyasar ruang privat dan keselamatan keluarganya.
Mulai dari vandalisme hingga ancaman yang menyebut identitas keluarga, seluruh kejadian itu ia sampaikan secara terbuka melalui media sosial.
Baca juga : Ketua RT Beberkan Awal Teror Coretan Mobil Sherly Annavita
Berikut tiga bentuk teror yang dialami Sherly Annavita:
1. Mobil Dicoret Pilok Merah
Pelaku vandalisme mencoret mobil Sherly yang terparkir di depan rumah menggunakan pilok warna merah.
Coretan tersebut ditemukan dalam kondisi mencolok dan memicu kekhawatiran akan eskalasi ancaman lanjutan. Aksi ini menjadi sinyal awal bahwa teror telah masuk ke lingkungan tempat tinggalnya.
2. Surat Ancaman Sertakan Identitas Keluarga
Sherly juga menerima beberapa lembar surat berisi ancaman serius. Dalam surat tersebut, pelaku bahkan mencantumkan identitas keluarga berupa KTP, yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan. Salah satu isi surat ancaman itu berbunyi:
Baca juga : Demonstran Aksi Agustus Surabaya Meninggal Saat Ditahan di Rutan Medaeng
"SHERLY. JGN KAU MAANFAATKAN BENCANA DI ACEH UNTUK MENCARI POPULARITAS MURAHAN DAN UNTUK MENAMBAH CUAN BUAT KAMU PRIBADI JGN KAMU MENGIRING OPINI SESAT."
Isi surat itu menunjukkan adanya upaya intimidasi sekaligus pembungkaman terhadap pendapat yang disampaikan Sherly di ruang publik.
3. Lemparan Telur Busuk ke Rumah
Selain vandalisme dan ancaman tertulis, rumah Sherly juga menjadi sasaran teror fisik. Pelaku melemparkan telur busuk yang dibungkus ke area rumahnya.
Aksi tersebut semakin mempertegas bahwa teror dilakukan secara berulang dan terencana.
Sherly menegaskan bahwa seluruh rangkaian teror ini muncul setelah dirinya bersuara mengenai isu kemanusiaan dan penanganan bencana.
Ia pun menerima banyak dukungan moral dari masyarakat yang menilai tindakan intimidasi tersebut sebagai ancaman terhadap kebebasan berpendapat.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
