Polri Buka Servis dan Cuci Motor Gratis untuk Korban Banjir di Sumatra

By Shandi March
29 Dec 2025
Ilustrasi. Polri bergerak langsung di lapangan untuk membantu pemulihan aktivitas masyarakat di Aceh. (X@DivHumas_Polri)
LBJ - Kepolisian Republik Indonesia membuka layanan servis dan cuci motor gratis bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Program tersebut menyasar warga di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang aktivitas kesehariannya terganggu akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa jajaran Polri bergerak langsung di lapangan untuk membantu pemulihan aktivitas masyarakat. Ia menegaskan bahwa kendaraan warga yang rusak akibat banjir menjadi salah satu fokus bantuan karena berperan penting dalam mobilitas harian.
“Kami membuka pelayanan servis dan cuci motor gratis untuk kendaraan-kendaraan yang mungkin kemarin sempat rusak untuk bisa digunakan, paling tidak untuk bisa bantu operasional kegiatan masyarakat untuk bisa segera pulih,” ujar Listyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).
Baca juga : Mengenal Romo Mudji Sutrisno, Sahabat Yustinus Prastowo yang Berpulang di Usia 71 Tahun
Selain layanan kendaraan, Kapolri memastikan Polri turut terlibat dalam penanganan dampak jangka menengah hingga panjang. Personel kepolisian dikerahkan untuk membantu pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Listyo menjelaskan bahwa personel Polri telah disebar ke sejumlah wilayah terdampak dengan kekuatan yang disesuaikan kondisi lapangan. Setiap daerah menerima dukungan berbeda berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan warga.
“Ada 25 personel di Sumut, di Sumbar 150, di Aceh sedang di-mapping [petakan] untuk wilayah yang bisa dibangun huntara dan huntap. Rencana kita juga akan ikut bangun huntara dan huntap,” ucap jenderal bintang empat Polri itu.
Upaya pemulihan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Polri terlibat dalam pembangunan jembatan permanen di luar jembatan bailey untuk membuka kembali akses warga yang terputus akibat bencana.
Baca juga : Dari Riyadh hingga Jeddah, Semangat Natal Makin Terasa di Arab Saudi
Kapolri menyebutkan bahwa hingga saat ini, jajarannya telah membangun sembilan jembatan di Aceh, tiga jembatan di Sumatera Utara, dan delapan jembatan di Sumatera Barat. Selain itu, Polri menyalurkan bantuan logistik dan alat berat guna mempercepat pembersihan wilayah terdampak.
“Bantuan untuk memperkuat bantuan yang sudah ada. 227 ton beras, alat berat kita dorong 37 untuk percepat proses pembersihan, khususnya yang ada di Aceh dan Sumut,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat dampak bencana hidrometeorologi di Sumatra menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Data terbaru menunjukkan angka korban meninggal terus bertambah seiring proses pendataan di lapangan.
“Per hari ini jumlah total korban jiwa rekapitulasi dari 3 provinsi itu menjadi 1.140 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Minggu (28/12).
BNPB juga melaporkan masih adanya korban yang belum ditemukan. Tim pencarian dan pertolongan tetap melanjutkan operasi demi menekan jumlah korban hilang.
“Masih ada 163 nama yang dinyatakan masih hilang, dilaporkan masih dalam daftar pencarian ini tentu saja masih terus dilakukan pencarian hingga kita bisa menekan angka korban hilang sekecil mungkin,” ujar dia.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
