×
image

Dari Riyadh hingga Jeddah, Semangat Natal Makin Terasa di Arab Saudi

  • image
  • By Shandi March

  • 29 Dec 2025

Ilustrasi. Suasana Natal di Al Jumaerah Madinah – Dubai, Uni Emirat Arab. (X@hannajoe20)

Ilustrasi. Suasana Natal di Al Jumaerah Madinah – Dubai, Uni Emirat Arab. (X@hannajoe20)


LBJ - Umat Kristiani merayakan Natal dengan suasana yang jauh lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di Arab Saudi. Di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah, nuansa Natal terasa semakin nyata seiring Arab Saudi terus membuka ruang bagi keragaman budaya dan keyakinan.

Salah satu perayaan Natal berlangsung secara tertutup di sebuah kompleks perumahan di Riyadh. Acara itu tidak hanya menjadi ajang kumpul warga, tetapi juga simbol perubahan sosial yang perlahan namun pasti terjadi di Kerajaan Saudi.

Manajer umum kompleks tersebut, Jean Noujaim, menilai suasana Natal kini jauh lebih diterima dibandingkan masa lalu.

Baca juga : Ketika Trump Pilih Pengusaha Ganja Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak, Picu Pro dan Kontra

“Hal-hal yang dulu dianggap tabu kini menjadi tidak lagi,” kata Jean dilansir dari Arab News, Minggu (28/12).

Perayaan di kompleks itu berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai tokoh khas Natal seperti elf, Grinch, hingga Santa Claus.

Ribuan orang memadati lokasi acara. Sekitar 1.500 penduduk kompleks hadir bersama 2.000 pengunjung dari luar, menjadikannya salah satu perayaan Natal terbesar yang pernah digelar di lingkungan tersebut.

Jean menilai antusiasme tinggi itu mencerminkan kerinduan masyarakat terhadap ruang kebersamaan lintas budaya.

“Ini menunjukkan betapa banyak orang merindukan acara-acara seperti ini,” ujarnya.

Baca juga : Viral di Medsos, Dosen UIM Kena Tekanan Mental Usai Insiden Ludahi Kasir

Menariknya, acara tersebut juga mencatat jumlah partisipan warga Saudi tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Natal di kompleks itu. Jean menegaskan bahwa perayaan tersebut terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang keyakinan. Fokus utama acara, menurutnya, adalah kebahagiaan anak-anak dan suasana kegembiraan bersama.

“Semua orang yang datang mengatakan kepada saya bahwa mereka merinding selama acara tersebut. Mereka merasa itu ajaib. anak-anak mereka sangat bahagia,” kata Jean.

Bagi para ekspatriat, Natal di Arab Saudi tetap memiliki nuansa khas. Banyak dari mereka merayakan momen ini secara sederhana di rumah atau di dalam kompleks perumahan.

Pohon Natal, lampu hias, dan dekorasi kecil menjadi simbol pengobat rindu akan suasana kampung halaman.

Seorang ekspatriat asal Peru, Jazmin Soledad Huanca, menyebut Natal sebagai momen paling dinanti setiap tahun bagi warga asing di Arab Saudi.

Baca juga : Budayawan dan Rohaniwan Romo Mudji Sutrisno Tutup Usia

Menurutnya, Natal menjadi pengingat akan pentingnya keluarga dan persatuan, terutama bagi mereka yang hidup jauh dari tanah kelahiran.

Huanca menuturkan bahwa makanan selalu menjadi bagian penting dalam perayaan Natal. Hidangan seperti kue kering, cokelat panas, hingga kalkun panggang dengan salad menjadi sajian yang menghadirkan kehangatan tersendiri.

“Hal pertama yang dilakukan banyak dari kita adalah mendekorasi ruangan kita, baik dengan pohon Natal, lampu hias, atau sekadar pengingat kecil tentang Natal. Kita bersiap untuk mengunjungi teman dekat atau keluarga, bertukar hadiah rahasia, dan berbagi makanan bersama,” kata Huanca.

Bagi ekspatriat yang datang ke Arab Saudi seorang diri, perayaan Natal sering kali membawa nuansa emosional yang lebih dalam. Meski demikian, suasana kebersamaan tetap terjaga melalui berbagai kegiatan komunitas.

“Di sini, banyak dari kita datang secara individu, yang membuat Natal berbeda tetapi sama indahnya. Di beberapa kompleks perumahan, kegiatan diselenggarakan untuk anak-anak, keluarga, dan orang lajang,” ujarnya.

Semangat Natal juga merambah dunia pendidikan. Sekolah-sekolah internasional di berbagai wilayah Arab Saudi turut merayakan musim liburan dengan cara yang inklusif.

Di American International School of Jeddah, misalnya, suasana kampus dipenuhi dekorasi Natal, bazar meriah, tujuh pohon Natal, pertunjukan musik rutin oleh siswa dan guru, hingga kunjungan kejutan dari Santa Claus.

Perayaan-perayaan tersebut menegaskan bahwa kehidupan sosial di Arab Saudi tengah mengalami transformasi. Bagi umat Kristiani dan komunitas internasional, Natal kini tidak lagi sekadar perayaan sunyi, melainkan momen kebersamaan yang semakin terbuka dan penuh warna.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post