×
image

147 Orang Tewas, 174 Masih Hilang dalam Rentetan Banjir dan Longsor Sumut

  • image
  • By Shandi March

  • 29 Nov 2025

Banjir dan longsor yang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak 24 hingga 29 November 2025 menimbulkan angka korban yang terus meningkat. (IG@masjidnurulashri)

Banjir dan longsor yang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak 24 hingga 29 November 2025 menimbulkan angka korban yang terus meningkat. (IG@masjidnurulashri)


LBJ – Rentetan banjir dan longsor yang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak 24 hingga 29 November 2025 menimbulkan angka korban yang terus meningkat. Laporan resmi terbaru dari Polda Sumut memperlihatkan situasi yang jauh dari terkendali., Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan melaporkan bahwa total 147 orang meninggal dunia, sementara 174 orang masih dalam pencarian.

“Dari data sementara tercatat 488 kejadian bencana alam. Total 1.076 korban dengan rincian 147 meninggal dunia,” ujar Ferry, Sabtu (29/11), dalam laporan yang dipublikasikan Polda Sumut.

Selain korban jiwa, gelombang pengungsian juga tidak kalah besar. Sebanyak 28.427 warga terpaksa meninggalkan rumah, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka. Polda Sumut mencatat 32 korban luka berat dan 722 luka ringan akibat sapuan bencana yang terjadi hampir serentak di berbagai kabupaten dan kota.

Baca juga : Banjir dan Longsor Meluas di Sumut, Korban Tewas 62 Orang dan 65 Masih Dicari

Ferry merinci bahwa sejumlah daerah mengalami dampak paling serius. Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan catatan bencana terbesar.

“Wilayah paling terdampak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mencatat 56 kejadian bencana dengan 691 korban, termasuk 47 meninggal dunia dan 51 masih dalam pencarian,” jelasnya.

Di Kota Sibolga, kondisi tidak jauh berbeda. Kota pesisir itu mencatat 33 korban meninggal dunia dan 56 warga hilang, menjadikannya salah satu episentrum tragedi kali ini.

Kemudian, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal juga menghadapi peningkatan signifikan pada jumlah longsor dan banjir, memaksa ribuan warga mengungsi ke titik aman.

Baca juga : Banjir dan Longsor Terjang Sumut: Dampak Meluas di Empat Kabupaten

Ribuan Personel Dikerahkan

Di tengah ancaman bencana susulan, Polda Sumut menegaskan kesiapannya memperkuat operasi lapangan. Sebanyak 3.553 personel diturunkan untuk membantu pencarian korban, evakuasi, pembukaan akses jalan, hingga distribusi logistik.

“Polda Sumut bersama seluruh Polres jajaran sejak awal terus memberikan yang terbaik. Personel kami turun melakukan SAR, evakuasi korban, membuka akses yang terputus, serta memastikan seluruh bantuan bisa sampai kepada masyarakat,” tegas Ferry.

Ia juga menambahkan bahwa prioritas utama aparat adalah penyelamatan nyawa dan mempercepat pencarian terhadap korban yang hilang.

“Prioritas kami adalah penyelamatan jiwa, percepatan pencarian korban hilang, serta pemulihan masyarakat terdampak. Seluruh personel tetap siaga penuh karena cuaca masih berpotensi hujan di banyak wilayah,” imbuhnya.

Baca juga : Dampak Nyata Gizi dan Ekonomi: Program MBG BGN Dianugerahi Penghargaan Bergengsi

Meski tim gabungan terus bekerja, dinamika di lapangan berubah cepat. Kondisi geografis yang rawan serta cuaca yang belum bersahabat membuat bencana susulan sulit diprediksi. Pihak kepolisian meminta warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas agar mengurangi risiko jatuhnya korban tambahan.

Wilayah lain yang juga terdampak meliputi Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Nias, Padangsidimpuan, Langkat, Serdangbedagai, Medan, Deliserdang, Tanah Karo, Tebingtinggi, Batubara, Binjai, dan Asahan.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post