×
image

Banjir dan Longsor Meluas di Sumut, Korban Tewas 62 Orang dan 65 Masih Dicari

  • image
  • By Shandi March

  • 28 Nov 2025

Ilustasi. Banjir dan Longsor Meluas di Sumut, Korban Tewas 62 Orang dan 65 Masih Dicari.  (Ilustasi AI)

Ilustasi. Banjir dan Longsor Meluas di Sumut, Korban Tewas 62 Orang dan 65 Masih Dicari. (Ilustasi AI)


LBJ - Bencana hidrometeorologi kembali mengguncang Sumatera Utara. Hujan yang terus mengguyur selama beberapa hari membuat air sungai meluap, tanah bergerak, dan puluhan permukiman terputus aksesnya. Dampaknya meluas cepat hingga 19 kabupaten/kota, menjadikan bencana kali ini salah satu yang paling parah dalam satu dekade terakhir.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan kondisi lapangan jauh dari stabil. Ia menegaskan bahwa skala bencana sudah memasuki kategori besar dan memerlukan penanganan terpadu lintas instansi.

“Tercatat 62 orang meninggal dunia, luka berat 13 orang, luka ringan 82 orang dan yang masih belum ditemukan atau masih dalam pencarian sebanyak 65 orang. Kemudian sebanyak 9.845 orang yang terdampak masih mengungsi di lokasi yang telah disediakan,” ujar Ferry.

Baca juga : Banjir dan Longsor Terjang Sumut: Dampak Meluas di Empat Kabupaten

Dari pemetaan Polda Sumut, banjir mendominasi 214 kejadian, disusul 135 tanah longsor, 16 pohon tumbang, dan dua angin puting beliung. Daerah-daerah seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Padangsidimpuan, dan Kota Medan menjadi wilayah yang paling menanggung kerusakan.

"Polda Sumut bergerak cepat merespons tingginya intensitas curah hujan yang memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga angin puting beliung di berbagai wilayah sejak 24 hingga 27 November 2025," jelasnya.

Layanan darurat digelar di banyak titik. Tim Ditsamapta membantu evakuasi warga, mengirim logistik ke desa-desa yang terputus aksesnya, membersihkan rumah warga, hingga memberikan trauma healing bagi para penyintas. Beberapa lokasi terisolasi bahkan memakai jaringan Starlink untuk menjamin komunikasi tetap berjalan.

Baca juga : Efek Domino Kasus Tumbler, Anita Dituding Masih Punya Utang

“Tidak hanya itu personel Bid TIK Polda Sumut telah menyediakan jaringan internet berbasis Starlink untuk komunikasi warga dan tim SAR hingga menjamin fungsi HT/Repeater agar komunikasi tidak terputus, kemudian mengintegrasikan data bencana ke Command Center Polda,” jelas Ferry.

Situasi paling genting terjadi di wilayah Polres Sibolga, Tapsel, dan Humbahas. Dalam kondisi cuaca yang belum stabil, Kapolda Sumut memerintahkan percepatan pencarian warga hilang dan membuka jalur bantuan menggunakan helikopter. Upaya itu menjadi sangat krusial mengingat sejumlah jembatan penghubung terputus total.

“Sebagai langkah lanjutan, Polda Sumut berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk meminta bantuan heli BKO guna mendukung proses evakuasi dan distribusi logistik terutama ke wilayah terisolasi. Upaya pencarian korban yang masih hilang juga terus diperkuat melalui operasi SAR terpadu,” tutupnya.

Namun, data Polda Sumut ternyata tidak selaras dengan laporan Pemprov Sumut. Pemerintah provinsi mencatat hanya 10 wilayah terdampak dengan total 30 korban meninggal dan sekitar 4.035 warga yang mengungsi.

Perbedaan data ini menimbulkan banyak pertanyaan terkait metode penghitungan dan sumber laporan yang digunakan masing-masing instansi.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post