×
image

Proses Mediasi Kasus Tumbler Anita Disorot Publik: Lebih Mahal dari Barangnya?

  • image
  • By Shandi March

  • 28 Nov 2025

Mediasi yang dilakukan KAI untuk Argy dan Anita perkara tumbler. (Thread @ymaulanaa)

Mediasi yang dilakukan KAI untuk Argy dan Anita perkara tumbler. (Thread @ymaulanaa)


LBJ – Setelah menuai kontroversi, kasus tumbler Anita yang hilang di KRL Commuter Line menyeret seorang pegawai KAI bernama Argy hingga terancam kehilangan pekerjaan. Keduanya akhirnya dipertemukan dalam sebuah mediasi resmi yang digelar oleh pihak KAI.

Pertemuan itu berlangsung pada 28 November 2025 dan viral usai diunggah akun Thread @ymaulanaa_. Dalam unggahan tersebut terlihat serangkaian meja, konsumsi lengkap, hingga ruangan khusus yang disiapkan untuk proses mediasi. Momen itu langsung memancing perdebatan panjang di media sosial.

Salah satu komentar yang paling disorot mempertanyakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan untuk kasus yang bermula dari kehilangan tumbler seharga Rp300 ribu.

Baca juga : Dianggap Tidak Etis, Anita Pemilik Tumbler Hilang di KRL Dipecat Perusahaan

"Ya Allah, tumbler yang ilangnya cuma 300 ribu tapi mediasinya begini. Bisa jadi biaya mediasinya lebih dari harga tumbler yang ilang?," ujar seorang warganet.

Pertanyaan itu kemudian memantik respons berantai dari pengguna Thread lain yang menilai mediasi tersebut terlalu berlebihan untuk kasus sekecil ini.

"Nasi kotaknya doang aja Naspad Garuda, belum snack dan lain-lain. Jelas itu tumbler gak sepadan, ngerepotin banget ya ini psautri perkara tumbler gak seberapa," ujar akun @revaovirza.

Tak berhenti di situ, sejumlah komentar lain ikut menyinggung sikap Anita yang dianggap memicu kerugian banyak pihak.

Baca juga : Efek Domino Kasus Tumbler, Anita Dituding Masih Punya Utang

"Inilah pentingnya dewasa dalam menentukan masalah. Mana masalah yang besar, mana masalah yang kecil. Orang dewasa tidak membesar-besarkan masalah yang kecil. Bahkan masalah besar pun bisa dianggap masalah kecil," ujar akun @iqbalubi.

"Ngerepotin banget sih lo Anita, di stasiun banyak noh yang kehilangan tumbler, tapi nggak seberisik lo, bener-bener stress," tandas akun @artanaprihartanti_.

Bahkan ada pula komentar yang menyinggung rasa malu jika berada di posisi Anita.

"Malu banget sih gue kalau jadi dia. Segala tumbler sampai repotin banyak orang begitu. Kalau emang berharga tuh tmbler ya jaga yang bener. Kesalahan diri sendiri jadi nyusahin banyak orang," seperti yang ditulis akun @indriyanih_30.

Di tengah derasnya kritik tersebut, publik berharap kasus ini menjadi pelajaran penting tentang proporsionalitas dalam menyikapi masalah, sekaligus menghindari potensi kerugian bagi pihak lain—terutama yang tak seharusnya ikut menanggung akibatnya.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post