×
image

Ibu Alvaro Bantah Tuduhan Selingkuh, Ungkap Sifat Cemburuan Alex Iskandar yang Berujung Tragis

  • image
  • By Shandi March

  • 26 Nov 2025

Kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku mengaku melakukan pembunuhan terhadap Alvaro karena sakit hati. (Foto::Pixabay)

Kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku mengaku melakukan pembunuhan terhadap Alvaro karena sakit hati. (Foto::Pixabay)


LBJ— Klarifikasi dari Arum Indah, ibu kandung Alvaro Kiano Nugroho (6), akhirnya terkuak setelah namanya terseret dalam tuduhan perselingkuhan yang disebut-sebut menjadi motif Alex Iskandar menculik dan membunuh anak tersebut.

Kasus ini terjadi pada Kamis, 6 Maret 2025, ketika Alex menjemput Alvaro di Masjid Al-Muflihun, dekat rumah korban. Tiga hari kemudian, jasad Alvaro dibuang di Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, hingga akhirnya ditemukan pada 21 November 2025 dalam kondisi tinggal kerangka.

Kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku mengaku melakukan pembunuhan karena sakit hati. Hal itu terkonfirmasi setelah penyidik memeriksa ponsel pelaku.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Alex berulang kali menulis pesan bernada dendam.

Baca juga : Keluarga Klaim Ayah Tiri Alvaro Bunuh Diri di Tahanan Polres Jaksel

"Dari handphone yang diamankan, terlapor setelah terang-terangan menuliskan kalimat, 'gimana caranya gue balas dendam'. Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, serta rasa sakit hati yang ditujukan ke pihak tertentu," kata Budi di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Kalimat itu muncul berkali-kali di ponsel Alex dan menjadi indikasi kuat bahwa pelaku menyimpan kemarahan yang menumpuk.

Polisi juga menemukan indikasi bahwa Alex mencurigai istrinya berselingkuh saat bekerja di luar negeri.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan bahwa dugaan perselingkuhan muncul dari percakapan digital mereka.

"Jadi, istri tersangka ini bekerja di luar negeri. Nah, akibat bekerja di luar negeri, dari hasil chat itu, muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya," ungkap Ardian.

Namun, Arum Indah langsung membantah keras tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Alex memiliki kecemburuan tidak wajar.

Baca juga : Polisi Lakukan Tes DNA untuk Pastikan Jasad Diduga Alvaro, Bocah yang Hilang 8 Bulan

"Kalau dia bikin statement saya selingkuh atau itu, enggak ngerti itu alibi dia dari mana. Jangankan dia bilang selingkuh, saya sama orang keluarga terdekat aja dia cemburu," ungkap Arum saat wawancara di rumah duka di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11) malam.

Arum menuturkan bahwa rumah tangganya berakhir bukan karena selingkuh, tetapi karena sifat Alex yang temperamental serta tidak mudah menerima keberadaan anak-anaknya.

Ia mengisahkan bahwa Alex awalnya yang meminta berpisah, tetapi tidak menerima ketika Arum menyetujui keputusan tersebut.

"Nah, dia enggak mau, ternyata dia enggak mau pisah beneran. Akhirnya dia mendekati diri sama anak-anak lagi, dia ke sini sering main kayak gitu. Enggak tahu kalau akan terjadi hal seperti ini," ujar Arum.

Pengakuan itu menunjukkan bahwa konflik rumah tangga mereka sudah berlangsung jauh sebelum tragedi menimpa Alvaro.

Arum juga mengungkap bahwa ia pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

"Oh, dulu iya. Cuma karena dipikir, dulu kan enggak pernah mau bilang sama orang tua karena kan itu masalah rumah tangga sendiri ya kan. Sebenarnya waktu itu kalau enggak ganti handphone, itu ada bukti-bukti foto saya dipukulin dan saksinya adik-adiknya dia ya. Coba, siapa yang mau hidup sama orang kayak gitu?" ucap Arum.

Baca juga : Komplotan Begal Modus Debt Collector Dibekuk, Gasak Motor Lebih dari 10 Kali

Sayangnya, bukti tersebut hilang karena ponselnya telah berganti.

Arum mengungkap bahwa hubungan Alex dengan Alvaro tidak pernah benar-benar dekat karena mereka sudah lama tinggal terpisah.

“Dekatnya sekedar gitu aja sih ya, karena kan itu sebenarnya pisah sudah lama,” ujar Arum.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik tentang alasan pelaku sampai menculik dan membunuh anak yang bukan darah dagingnya.

Menurut Kombes Budi Hermanto, Alex membekap Alvaro hingga tewas karena korban menangis tidak berhenti saat dibawa pelaku.

“Pada saat korban dibawa, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” tutur Budi.

Setelahnya, pelaku memasukkan jasad Alvaro ke dalam tas plastik hitam lalu membuangnya di wilayah Tenjo.

Alex akhirnya mengaku perbuatannya setelah pemeriksaan intensif oleh polisi.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post