×
image

Keluarga Klaim Ayah Tiri Alvaro Bunuh Diri di Tahanan Polres Jaksel

  • image
  • By Shandi March

  • 24 Nov 2025

Ayah tiri Alvaro diduga meninggal dunia di dalam tahanan Polres Metro Jakarta Selatan. (Foto :Freepik)

Ayah tiri Alvaro diduga meninggal dunia di dalam tahanan Polres Metro Jakarta Selatan. (Foto :Freepik)


LBJ — Keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang selama delapan bulan sebelum ditemukan meninggal dunia, menyebut ayah tiri Alvaro meninggal dunia di dalam tahanan Polres Metro Jakarta Selatan.

Kabar itu disampaikan langsung oleh kakek Alvaro, Tugimin (71), yang memastikan ayah tiri sang cucu tewas setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya, pelakunya sendiri ternyata adalah ayah tirinya. Ayah tirinya dan bahkan sekarang sudah bunuh diri, meninggal, di Polres Jakarta Selatan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/11) malam.

Tugimin menjadi pihak pertama dari keluarga yang menyampaikan dugaan bunuh diri tersebut. Ia mengatakan polisi menangkap dan menahan ayah tiri Alvaro sebelum insiden kematian itu terjadi.

Baca juga : Polisi Lakukan Tes DNA untuk Pastikan Jasad Diduga Alvaro, Bocah yang Hilang 8 Bulan

Pernyataan keluarga belum mendapatkan konfirmasi resmi dari kepolisian. Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam memilih berhati-hati dalam memberikan pernyataan.

“Nanti polres yang bakal info lengkap dan detailnya,” ujarnya singkat melalui pesan teks.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly juga belum memberikan penjelasan. Ia mengatakan masih mengikuti kegiatan Apel Kasatwil di Cikeas hingga Rabu (26/11), sehingga belum dapat menanggapi informasi soal kematian tersangka.

Polisi menangkap ayah tiri Alvaro beberapa waktu setelah jasad sang anak ditemukan. Nicolas menyampaikan bahwa ayah tiri tersebut telah resmi menjadi tersangka dan langsung ditahan.

Baca juga : Komplotan Begal Modus Debt Collector Dibekuk, Gasak Motor Lebih dari 10 Kali

Namun, ia belum mengungkap penyebab kematian Alvaro maupun kronologi penemuan jasad yang disebut sudah tinggal kerangka.

Alvaro dinyatakan hilang sejak 6 Maret lalu. Peristiwa bermula ketika ia pamit untuk melaksanakan salat Magrib di Masjid Al-Muflihun, dekat rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Namun setelah salat, Alvaro tidak kembali ke rumah. Keluarga kemudian melakukan pencarian, tetapi temannya mengaku tidak bersama Alvaro saat ibadah berlangsung.

Keluarga akhirnya melapor ke kepolisian untuk meminta bantuan pencarian. Saat hilang, Alvaro memakai kaos hitam, celana panjang hitam, sandal hitam, bertubuh kurus, rambut cepak, kulit gelap, dan memiliki lesung pipi.

Tugimin menduga cucunya diculik seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Dugaan itu ia peroleh dari marbut Masjid Al-Muflihun, orang terakhir yang melihat Alvaro sebelum hilang. Hingga sekarang, polisi masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post