Hendropriyono Ingatkan: Indonesia Bisa Kembali ke Era Pra-Reformasi 1998 Jika Anarki Tak Terkendali
By Shandi March
29 Aug 2025
, AM Hendropriyono. (Dok. Mahfud MD Official).png)
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. (Dok. Mahfud MD Official)
LBJ – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono memberi peringatan keras mengenai situasi nasional yang saat ini terus memanas akibat gelombang demonstrasi. Ia menilai, jika pemerintah dan masyarakat tidak mampu mengendalikan eskalasi anarki, Indonesia bisa kembali pada kondisi sebelum reformasi 1998.
Hendropriyono menegaskan bahwa perkembangan aksi massa di sekitar gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, harus menjadi perhatian serius semua pihak.
"Jika kita tidak bisa membendung eskalasi anarki demonstrasi ini, justru yang akan kita capai adalah kembali kepada keadaan sebelum reformasi 1998," ujarnya, Jumat (29/8) .
Baca juga : Mako Brimob Jakarta Dikepung Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Hendropriyono menilai bahwa kerusuhan yang belakangan terjadi bukan semata-mata akibat dinamika politik dalam negeri. Ia menyebut ada potensi pengaruh pihak luar yang mencoba memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan.
Sebelumnya, ia bahkan mengungkapkan indikasi adanya keterlibatan asing dalam rangkaian aksi demonstrasi di kawasan Parlemen Senayan.
"Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," kata Hendropriyono.
Menurutnya, pihak asing tersebut hanya berperan menggerakkan, sementara eksekusinya dilakukan oleh kaki tangan di dalam negeri. Ironisnya, ia menyebut bahwa sebagian dari mereka yang bergerak di lapangan mungkin tidak menyadari sedang diperalat.
Baca juga : Rekaman Viral Diduga dari Dalam Rantis Brimob Perintahkan Tabrak Affan
Lebih lanjut, Hendropriyono menekankan bahwa pola semacam ini bukanlah hal baru dalam dinamika politik Indonesia. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi dan aksi yang berpotensi memecah belah bangsa.
"(Pihak) dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di Indonesia. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti hari dibuka," tegasnya.
Pernyataan Hendropriyono ini langsung menambah sorotan publik terkait kericuhan dalam unjuk rasa.
Banyak pihak menilai bahwa stabilitas nasional harus segera dipulihkan agar Indonesia tidak terjebak dalam kondisi serupa era pra-reformasi.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini