Mako Brimob Jakarta Dikepung Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
By Shandi March
29 Aug 2025
 dini hari. (@cerita0511_).png)
Sejumlah massa aksi masih memenuhi kawasan Kwitang, Mako Brimob Jakarta, meski gas air mata sudah ditembakkan, Jumat (29/8) dini hari. (@cerita0511_)
LBJ – Aparat yang berjaga di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kwitang, Jakarta Pusat melepaskan tembakan gas air mata ke arah massa, Jumat (29/8) pagi sekitar pukul 08.50 WIB.
Puluhan kali letusan terdengar hingga membuat kerumunan berhamburan ke arah flyover simpang Senen. Sejumlah orang tampak terhuyung, batuk-batuk, bahkan ada yang terjatuh lemas.
Dari anak muda hingga pengemudi ojek online (ojol) paruh baya ikut merasakan perihnya gas air mata. “Air, air, air,” teriak massa yang kesulitan bernapas.
Baca juga : Rekaman Viral Diduga dari Dalam Rantis Brimob Perintahkan Tabrak Affan
Warga yang terkena paparan gas air mata segera dibantu rekan lainnya. Mereka diberikan air minum bahkan sepotong roti untuk memulihkan tenaga.
Setelah sempat mundur, massa kembali mendekat ke arah barikade polisi. Namun, aparat kembali melepaskan hingga empat kali tembakan gas air mata tambahan.
Kericuhan makin meruncing ketika massa membalas dengan meluncurkan petasan ke arah penjagaan Brimob. Suasana tegang berlangsung cukup lama, membuat situasi di sekitar Kwitang kacau sejak pagi.
Latar Belakang Aksi Massa
Sejak dini hari, ratusan massa telah berkumpul di sekitar Mako Brimob. Mereka adalah pengemudi ojol yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional. Ketua Umum presidium organisasi tersebut, Andi Kristiyanto, menjelaskan bahwa aksi ini dipicu oleh kemarahan komunitas ojol atas meninggalnya rekan mereka, Affan Kurniawan.
Baca juga : Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis, Keluarga Kehilangan Tulang Punggung
Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat terjadi demonstrasi di Jakarta pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.
“Mereka mendesak agar kepolisian khususnya Brimob bertanggung jawab,” ujar Andi kepada awak media.
Selain mendatangi Mako Brimob, massa ojol juga memenuhi Rumah Sakit Nasional DR Cipto Mangunkusumo (RSCM) tempat korban dibawa.
Ketegangan bahkan sudah terjadi sejak Kamis malam hingga dini hari, saat aparat sempat mengurai kerumunan dengan sepeda motor dinas.
Tembakan gas air mata yang dilontarkan justru memicu gelombang reaksi balik dari para pengunjuk rasa.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini