Viral Penangkapan di Resto Mie Gacoan, Polda Metro Pastikan Massa Terlibat Perusakan
By Shandi March
27 Aug 2025
.png)
Polisi tangkap massa aksi demo di resto mie Gacoan KS Tubun, Jakarta Pusat. (IG@LBJ)
LBJ – Polda Metro Jaya akhirnya memberikan penjelasan terkait video viral penangkapan sekelompok orang di sebuah Resto Mie Gacoan di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, pada Senin malam (25/8). Penangkapan tersebut dilakukan setelah massa aksi terlibat kericuhan di depan Gedung DPR/MPR RI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, menegaskan bahwa mereka yang diamankan bukanlah pengunjung restoran biasa.
“Bahwa ada beberapa orang yang diamankan dari restoran cepat saji itu adalah orang yang diduga melakukan aksi perusakan secara masif, melawan petugas, melakukan perusakan fasilitas umum,” ujar Ade Ary kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/8).
Baca juga : Netizen Sentil Nafa Urbach, Minta Perjuangkan Gaji DPR Bukan Hanya Donasi
Menurut penjelasan kepolisian, massa yang semula berada di depan Gedung DPR/MPR RI dipukul mundur oleh aparat. Namun, sebagian dari mereka berlari ke arah restoran untuk menghindari penangkapan.
“Sebelumnya sudah dipukul mundur oleh petugas. Akhirnya mereka lari ke sana, ke restoran itu, kemudian diambil (ditangkap),” tambah Ade Ary.
Insiden ini sempat menimbulkan ketegangan karena pegawai restoran mencoba melawan dan menghalangi proses penangkapan.
Situasi kian ricuh ketika pengunjung restoran berteriak histeris dan merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka.
Baca juga : PA Tigaraksa Ungkap Alasan Perceraian Pratama Arhan-Azizah Salsha Berjalan Kilat
351 Orang Diamankan Polisi
Ade Ary memastikan bahwa mereka yang ditangkap di restoran termasuk dalam 351 orang yang diamankan polisi buntut kericuhan aksi.
Dari jumlah itu, 155 orang merupakan orang dewasa, sementara 196 lainnya masih di bawah umur.
“Jadi kami membenarkan bahwa orang-orang yang diamankan di dalam restoran bagian dari 351 orang tadi,” kata Ade Ary.
Polda Metro menegaskan bahwa kelompok tersebut bukanlah massa aksi yang sejak awal menyampaikan aspirasi di depan gedung DPR, melainkan kelompok lain yang melakukan tindakan destruktif.
"Mereka yang secara masif diduga melakukan perusakan fasilitas umum kemudian melempari pengendara di jalan tol sehingga membahayakan pengguna jalan, kemudian menyerang petugas," tuturnya.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini