RSUD Syamsudin Beberkan Fakta Balita Sukabumi Meninggal Penuh Cacing
By Shandi March
20 Aug 2025
.jpg)
Ilustrasi. Seorang balita perempuan berinisial R (4) asal Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing. (Foto :Pixabay-christinabella)
LBJ– Peristiwa mengenaskan menimpa seorang balita perempuan berinisial R (4) asal Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. R dinyatakan meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing dengan kondisi medis yang sudah sangat kritis. Kasus ini sempat menghebohkan masyarakat karena jarang terjadi hingga berujung kematian.
R masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syamsudin, Sukabumi, pada Minggu (13/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat tiba, ia sudah tidak sadarkan diri sejak sehari sebelumnya. Dokter yang bertugas kala itu sempat kesulitan menentukan penyebab pasti penurunan kesadaran pasien.
“Pasien datang dibawa keluarga dan tim pengantar dalam keadaan tidak sadar. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan syok atau kekurangan cairan berat,” ujar dr Irfan, Humas sekaligus dokter IGD RSUD Syamsudin, Selasa (19/8).
Baca juga : Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Absen di Bareskrim, Hasil Tes DNA Tetap Diumumkan Hari Ini
Namun tak lama setelah ditangani, muncul momen mengejutkan.
“Saat di IGD, tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien. Dari situ, kita mulai menduga ada kaitannya dengan infeksi cacing,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan lanjutan, balita R menderita askariasis, yaitu infeksi akibat cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Penyakit ini biasanya menular melalui tanah yang terkontaminasi telur cacing. Telur tersebut dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, atau tangan yang tidak bersih.
“Infeksi bisa terjadi ketika telur cacing tertelan. Telur menetas di usus, lalu berkembang jadi larva yang menyebar lewat darah hingga ke organ penting, bahkan otak. Itu sebabnya pasien bisa tidak sadar,” jelas dr Irfan.
Selain itu, R juga diduga mengalami komplikasi tuberkulosis meningitis karena kedua orang tuanya sedang menjalani pengobatan TB paru.
“Jadi kemungkinan penyebabnya kombinasi antara infeksi cacing dan TB,” tambahnya.
Baca juga :Kasus Deepfake Sri Mulyani: Video Palsu Soal Guru Beban Negara Viral di Medsos
Dokter menyebutkan, faktor lingkungan turut memperbesar risiko infeksi. R tinggal di rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya. Ia juga sering bermain di tanah tanpa alas kaki. Kondisi ini membuat tubuhnya rentan terpapar telur cacing.
Kasus infeksi cacing memang sering ditemui di daerah dengan sanitasi buruk. Namun, kejadian fatal seperti dialami R sangat jarang.
“R dibawa ke rumah sakit dalam kondisi terminal. Obat cacing yang kami berikan tidak bisa bekerja optimal karena kondisinya sudah terlalu kritis. Pada akhirnya, pasien meninggal pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB,” ungkap dr Irfan.
Edah (40), kerabat korban, menjadi saksi langsung betapa parah kondisi balita R. Ia melihat sendiri cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung korban saat dirawat di IGD.
“Iya, satu dari hidung mah emang itu ada, saya lihat. Saya kira itu alat dari rumah sakit. Katanya ibu itu ada apa dari rumah sakit bukan, enggak tau katanya. Bukannya di sini enggak pasang. Eh, saya mah enggak pasang kata perawat. Pas dilihat utek-utekan itu cacing,” tutur Edah.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini