Hamas Setuju Usulan Gencatan Senjata di Gaza, Akan Bebaskan Separuh Sandera Israel
By Shandi March
19 Aug 2025
.jpeg)
Ilustrasi. Hamas sedang menunjukkan beberapa tahanan perang Israel. (X@narasi)
LBJ – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengonfirmasi telah menerima usulan gencatan senjata di Jalur Gaza. Kesepakatan itu merupakan hasil mediasi Mesir dan Qatar, yang disampaikan pada Minggu (17/8) dan dikonfirmasi Hamas pada Senin (18/8).
"Gerakan Hamas dan faksi-faksi Palestina telah memberi tahu para mediator tentang persetujuan mereka untuk menerima usulan yang diserahkan kemarin oleh Mesir dan Qatar," demikian bunyi pernyataan resmi Hamas.
Seorang sumber Mesir menyebutkan, gencatan senjata ini akan berlangsung selama dua bulan. Dalam periode tersebut, Hamas setuju membebaskan separuh sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang saat ini mendekam di penjara Israel.
Baca juga :Kronologi Serangan Israel yang Tewaskan 4 Jurnalis Al Jazeera di RS Al-Shifa Gaza
"Usulan yang disetujui Hamas, yang diajukan oleh Mesir dan Qatar, mencakup penghentian sementara permusuhan di Jalur Gaza selama 60 hari, yang diharapkan akan mengarah pada perdamaian jangka panjang, serta pembebasan separuh sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel," jelas sumber itu.
Selain itu, bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar akan dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza yang selama ini terdampak perang.
Proses Pertukaran dan Pemindahan Jenazah
Menurut laporan Al Jazeera, pemindahan sandera Israel akan dilakukan dalam dua tahap. Hamas juga akan memfasilitasi pemindahan jenazah korban dari Jalur Gaza sebagai bagian dari perjanjian.
Baca juga : Israel Tembaki Warga Palestina di Gaza Saat Ambil Bantuan, 73 Orang Tewas
Perjanjian ini menandai langkah baru setelah berbulan-bulan konflik yang menewaskan ribuan warga sipil dan menyebabkan krisis kemanusiaan di Gaza. Mesir dan Qatar sebelumnya aktif menjadi mediator dalam upaya menghentikan kekerasan di wilayah tersebut.
Keputusan Hamas ini membuka harapan baru terciptanya ketenangan sementara dan jalur menuju kesepakatan damai yang lebih permanen di masa depan.***
Sumber: Sputnik-OANA
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini