×
image

Hamas Siap Implementasikan Gencatan Senjata Berdasarkan Proposal AS

  • image
  • By Cecep Mahmud

  • 12 Sep 2024

Darurat kemanusiaan terus terjadi pada masyarakat Palestina di Gaza. (X/@gazanotice)

Darurat kemanusiaan terus terjadi pada masyarakat Palestina di Gaza. (X/@gazanotice)


LBJ - Hamas kembali menegaskan kesiapannya untuk menerapkan perjanjian gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat. Namun, mereka menolak keras syarat baru apa pun yang muncul dari pihak lain. Sikap ini disampaikan dalam pertemuan dengan mediator Qatar dan Mesir di Doha, Rabu (19/9).

Menurut pernyataan resmi Hamas, pihaknya tetap bersikap "positif dan fleksibel" demi tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

"Kami menekankan penarikan tentara Israel dari seluruh Jalur Gaza sebagai syarat utama," ujar delegasi Hamas.

Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa pengelolaan wilayah Gaza sepenuhnya merupakan urusan internal Palestina.

Perundingan yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat sempat mengalami kebuntuan. Meskipun Hamas menunjukkan keterbukaan, Israel tetap bersikeras mempertahankan pasukannya di Koridor Philadelphi, zona penyangga di perbatasan Mesir-Gaza. Hamas menilai ini sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan.

Gencatan senjata menjadi harapan besar untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di Gaza. Presiden AS Joe Biden telah mengajukan proposal tiga fase pada akhir Mei. Tujuannya adalah menghentikan konflik serta membebaskan sandera yang masih ditahan. Namun, keberhasilan perundingan masih terganjal oleh ketidaksetujuan Israel dan Hamas terkait kontrol militer di perbatasan.

Hamas telah berulang kali menegaskan komitmennya pada perundingan yang mengacu pada proposal AS dan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Mereka juga membuka ruang untuk dialog nasional bersama faksi-faksi Palestina lainnya.

“Kami menyambut baik dialog untuk menyepakati visi nasional Palestina yang lebih besar,” ujar perwakilan Hamas di Doha.

Hamas berharap mediator Qatar dan Mesir dapat terus memainkan peran penting dalam merumuskan kesepakatan final. Meskipun situasi masih tegang, harapan akan gencatan senjata terus hidup. Hamas juga menolak campur tangan asing dalam pengelolaan Gaza, yang mereka tegaskan sebagai "urusan internal Palestina".

Tidak ada tanggal pasti kapan gencatan senjata ini akan terlaksana. Namun, proses negosiasi terus berlangsung, dengan harapan bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan secepatnya. Israel tetap menjadi pihak yang menentukan, dengan sikap tegasnya mengenai keberadaan pasukan di perbatasan Gaza.


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Tags:


Popular Post