Keluarga Aktivis Turki-Amerika Desak AS Selidiki Penembakan di Tepi Barat
By Cecep Mahmud
08 Sep 2024
.jpg)
Aysenur Ezgi Eygi, aktivis keturunan Turki-Amerika yang ditembak mati oleh tentara Israel di Tepi Barat. (X/@muratokcu32)
LBJ - Keluarga Aysenur Ezgi Eygi, aktivis keturunan Turki-Amerika yang ditembak mati oleh tentara Israel di Tepi Barat, mendesak Amerika Serikat melakukan penyelidikan independen. Keluarga menyatakan penyelidikan Israel tidak memadai dan tidak akan menjamin keadilan.
Aysenur Ezgi Eygi, 26 tahun, ditembak di kepala oleh penembak jitu Israel saat mengikuti demonstrasi menentang pemukiman ilegal di desa Beita, dekat Nablus. Gubernur Nablus, Ghassan Daghlas, mengonfirmasi bahwa Eygi tewas di rumah sakit Nablus akibat luka tembak.
Demonstrasi tersebut dilakukan sebagai protes terhadap pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Eygi, yang merupakan anggota Gerakan Solidaritas Internasional (ISM), hadir bersama aktivis lainnya. Menurut saksi, Eygi ditembak saat bergerak menuju kebun zaitun.
Militer Israel mengklaim mereka menembak "penghasut utama" yang melempar batu selama aksi tersebut. Namun, ISM menolak tuduhan bahwa para aktivis melempar batu, dan menyebut demonstrasi berlangsung damai.
Keluarga Eygi dalam pernyataannya mengatakan, "Kehadiran Aysenur diambil dengan kekerasan oleh militer Israel."
Mereka mendesak Presiden Biden untuk memerintahkan penyelidikan independen. Keluarga yakin bahwa penyelidikan dari pihak Israel tidak akan menghasilkan akuntabilitas yang sebenarnya.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Sean Savett, menyatakan pemerintah AS sangat terganggu dengan kematian tragis Eygi. AS telah meminta Israel melakukan penyelidikan. Namun, para pendukung Eygi meragukan hasilnya, dengan menyebut penyelidikan militer Israel sering kali lambat dan tidak menghasilkan kejelasan.
Rob Sadler, aktivis HAM asal Inggris, mengatakan bahwa Eygi ditembak oleh penembak jitu Israel dari sebuah gedung.
"Aysenur tidak menimbulkan ancaman, tetapi dia ditembak dengan sengaja," ungkap Sadler.
Dia menegaskan bahwa perjuangan Eygi tidak akan sia-sia dan akan terus melanjutkan perjuangannya untuk kemerdekaan Palestina.
Gubernur Nablus berencana mengadakan upacara penghormatan resmi untuk Eygi. Jenazahnya akan diserahkan kepada keluarganya dalam beberapa hari ke depan. Keluarga tetap menuntut keadilan dan terus mendesak pemerintah AS untuk bertindak.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini