Kontroversi Skin Bank Israel: Dugaan Pencurian Organ Warga Palestina
By Shandi March
17 Aug 2024

Warga Palestina evakuasi korban serangan udara di apartemen di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah (X/@Kuffiyateam)
LBJ - Mendengar istilah Skin Bank Israel, mungkin banyak yang masih merasa asing. Istilah ini mengacu pada sebuah fasilitas yang diduga menyimpan dan mengelola kulit manusia di Tel Aviv. Tuduhan terkait fasilitas ini semakin menguat ketika pada tahun 2023, organisasi nirlaba Euro-Med Human Rights Monitor mengungkapkan kekhawatiran terkait pencurian organ oleh pasukan Israel dari jenazah warga Palestina.
Euro-Med Human Rights Monitor dalam laporannya, yang dilansir oleh EuroNews, mendasarkan kekhawatirannya pada temuan profesional medis di Gaza yang memeriksa beberapa jenazah warga Palestina yang telah dilepaskan oleh Israel. Tidak hanya organ vital seperti ginjal dan jantung yang diduga diambil, laporan tersebut juga menyebutkan pencurian kulit dari jenazah.
Direktur Skin Bank Israel menyatakan bahwa fasilitas ini menyimpan cadangan kulit manusia yang mencapai 17 meter persegi, sebuah angka yang mencurigakan mengingat jumlah populasi Israel tidak sebesar itu.
Tuduhan ini semakin menguat dengan pengakuan dari mantan direktur Institut Kedokteran Forensik Israel, Yehuda Hiss. Dia mengonfirmasi bahwa mereka "mengambil kornea, kulit, katup jantung, dan tulang .Hampir semuanya dilakukan secara tidak resmi hingga tingkat tertentu dan izin tidak diminta dari keluarga," ungkapnya.
Baca juga : Korban Tewas Di Gaza Melebihi 40.000 Jiwa Israel Masih Menggila
Skin Bank Israel, atau nama resminya The Israel National Skin Bank (INSB), didirikan pada tahun 1986. Fasilitas ini berada di bawah pengawasan sektor medis militer Israel. Awalnya, bank kulit ini dibangun untuk merawat korban luka bakar selama perang. Namun, berbagai laporan dan tuduhan mulai muncul, mengaitkan fasilitas ini dengan pengambilan organ tubuh dari warga Palestina yang meninggal.
Sebuah film dokumenter pada tahun 2009 menyoroti berbagai tuduhan yang mencuat. Dalam film tersebut, Yehuda Hiss, mantan direktur dari institut medis, menyatakan bahwa selama bertahun-tahun mereka mengambil organ tubuh tanpa izin dari jenazah warga Palestina. Antropolog Meirav Feis dalam penelitiannya berjudul On Their Bodies mengungkapkan bahwa sejak Intifada pertama, lembaga medis Israel mengizinkan pengambilan organ tubuh dari warga Palestina berdasarkan prosedur militer yang berlaku.
Bank kulit ini juga mendapat sorotan karena diduga terkait dengan pencurian kulit manusia. Laporan EuroNews menyatakan bahwa kulit manusia yang tersimpan di fasilitas ini tidak hanya berasal dari donor sukarela, tetapi juga dari tubuh warga Palestina yang telah meninggal akibat konflik.
Berdasarkan laporan dari jurnal The Israel National Skin Bank: Quality Assurance and Graft Performance of Stored Tissues yang diterbitkan oleh National Library of Medicine (NIH), fasilitas ini memang memiliki sejarah panjang dalam menyimpan dan mengelola kulit manusia untuk tujuan medis. Namun, tuduhan pencurian organ tubuh dari warga Palestina menjadi persoalan etis dan kemanusiaan yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Itulah sekilas ulasan mengenai Skin Bank Israel yang sering dikaitkan dengan tuduhan pencurian organ dari jenazah warga Palestina. Hingga kini, kontroversi mengenai praktik ini terus menjadi sorotan banyak pihak***
Kekhawatiran Laporan Pencurian Organ
Euro-Med Human Rights Monitor dalam laporannya, yang dilansir oleh EuroNews, mendasarkan kekhawatirannya pada temuan profesional medis di Gaza yang memeriksa beberapa jenazah warga Palestina yang telah dilepaskan oleh Israel. Tidak hanya organ vital seperti ginjal dan jantung yang diduga diambil, laporan tersebut juga menyebutkan pencurian kulit dari jenazah.
Direktur Skin Bank Israel menyatakan bahwa fasilitas ini menyimpan cadangan kulit manusia yang mencapai 17 meter persegi, sebuah angka yang mencurigakan mengingat jumlah populasi Israel tidak sebesar itu.
Tuduhan ini semakin menguat dengan pengakuan dari mantan direktur Institut Kedokteran Forensik Israel, Yehuda Hiss. Dia mengonfirmasi bahwa mereka "mengambil kornea, kulit, katup jantung, dan tulang .Hampir semuanya dilakukan secara tidak resmi hingga tingkat tertentu dan izin tidak diminta dari keluarga," ungkapnya.
Baca juga : Korban Tewas Di Gaza Melebihi 40.000 Jiwa Israel Masih Menggila
Asal Usul Skin Bank Israel
Skin Bank Israel, atau nama resminya The Israel National Skin Bank (INSB), didirikan pada tahun 1986. Fasilitas ini berada di bawah pengawasan sektor medis militer Israel. Awalnya, bank kulit ini dibangun untuk merawat korban luka bakar selama perang. Namun, berbagai laporan dan tuduhan mulai muncul, mengaitkan fasilitas ini dengan pengambilan organ tubuh dari warga Palestina yang meninggal.
Sebuah film dokumenter pada tahun 2009 menyoroti berbagai tuduhan yang mencuat. Dalam film tersebut, Yehuda Hiss, mantan direktur dari institut medis, menyatakan bahwa selama bertahun-tahun mereka mengambil organ tubuh tanpa izin dari jenazah warga Palestina. Antropolog Meirav Feis dalam penelitiannya berjudul On Their Bodies mengungkapkan bahwa sejak Intifada pertama, lembaga medis Israel mengizinkan pengambilan organ tubuh dari warga Palestina berdasarkan prosedur militer yang berlaku.
Kontroversi dan Dugaan Keterlibatan Militer
Bank kulit ini juga mendapat sorotan karena diduga terkait dengan pencurian kulit manusia. Laporan EuroNews menyatakan bahwa kulit manusia yang tersimpan di fasilitas ini tidak hanya berasal dari donor sukarela, tetapi juga dari tubuh warga Palestina yang telah meninggal akibat konflik.
Berdasarkan laporan dari jurnal The Israel National Skin Bank: Quality Assurance and Graft Performance of Stored Tissues yang diterbitkan oleh National Library of Medicine (NIH), fasilitas ini memang memiliki sejarah panjang dalam menyimpan dan mengelola kulit manusia untuk tujuan medis. Namun, tuduhan pencurian organ tubuh dari warga Palestina menjadi persoalan etis dan kemanusiaan yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Itulah sekilas ulasan mengenai Skin Bank Israel yang sering dikaitkan dengan tuduhan pencurian organ dari jenazah warga Palestina. Hingga kini, kontroversi mengenai praktik ini terus menjadi sorotan banyak pihak***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini