×
image

Budi Gunadi Ungkap Fenomena Besar: Banyak Peserta PPDS Ingin Bunuh Diri

  • image
  • By Shandi March

  • 16 Aug 2024

Budi Gunadi Ungkap Fenomena Besar: Banyak Peserta PPDS Ingin Bunuh Diri. (Foto:IG@BudiGunadiSadikin)

Budi Gunadi Ungkap Fenomena Besar: Banyak Peserta PPDS Ingin Bunuh Diri. (Foto:IG@BudiGunadiSadikin)


LBJ - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini menyatakan keprihatinannya atas krisis kesehatan mental yang dihadapi oleh para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Budi mengatakan bahwa hasil screening mental yang dilakukan menunjukkan banyak dokter muda yang memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri.

"Kita juga pernah kan melakukan screening mental terhadap para PPDS ini dan banyak kan memang yang ingin bunuh diri. Jadi ini sudah fenomena yang besar yang terjadi," ucap Budi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (15/8).

Kejadian ini didorong oleh laporan dugaan perundungan yang mengakibatkan salah satu peserta PPDS FK Universitas Diponegoro di RSUP Dr Kariadi Semarang nekat mengakhiri hidup.

Baca juga : Dokter Cantik Bunuh Diri: Akibat Bullying dalam Pendidikan Spesialis Anestesi di Undip

Baca juga : Kasus Bunuh Diri PPDS Undip: Kemenkes Siap Cabut STR dan SIP Dokter Senior Pelaku Bullying

Tindakan Pemerintah Menghadapi Perundungan di Lingkungan Kedokteran


Menkes Budi menegaskan bahwa perundungan atau bullying yang telah berlangsung lama dalam pendidikan kedokteran harus segera dihentikan.

"Harus dipotong tu jalurnya, karena masa Indonesia sudah 79 tahun mereka masih ada praktek-praktek seperti ini. Teman-teman dengar IPDN kan? Dulu ada yang sampai meninggal kan? Terjadi di sana kan? Ya ini mirip. Kalau di sana mungkin lebih ke tekanan fisik, ini ke tekanan mental," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa perundungan di dunia kedokteran sering kali lebih berfokus pada tekanan mental, yang tidak kalah destruktif dari tekanan fisik.

Budi juga berpendapat bahwa ada banyak cara untuk menciptakan tenaga kerja yang tangguh tanpa perlu merundung.

"Banyak profesornya nih, banyak guru besarnya. Harusnya banyak kok cara-cara mendidik untuk menciptakan manusia-manusia tangguh, bukan hanya kedokteran di TNI, di Polri, pilot, ada banyak profesi yang diminta memiliki ketangguhan mental yang berbeda tanpa bully, tanpa menyebabkan orang depresi," jelas Budi.

Menanggapi kasus terbaru ini, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah drastis dengan menghentikan program studi anestesi di FK Undip, serta mengancam akan mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) dokter senior yang terbukti terlibat dalam perundungan yang berakibat fatal.***

Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post