Polisi Siprus Siap Bantu Inggris Tangkap Tommy Robinson, Dalang di Balik Kerusuhan Anti-Muslim di Inggris?
By Shandi March
08 Aug 2024

Tommy Robinson, sosok sayap kanan yang dituduh sebagai dalang di balik kerusuhan anti-Muslim yang terjadi di Inggris. (Foto:Tangkap layar akun X@Tommy Robinson)
LBJ - Polisi Siprus telah mengumumkan kesiapannya untuk mendukung polisi Inggris dalam menangkap Tommy Robinson, sosok sayap kanan yang dituduh sebagai dalang di balik kerusuhan anti-Muslim yang terjadi di Inggris.
Menurut juru bicara polisi Siprus, hubungan antara kedua lembaga penegak hukum tersebut telah terjalin dengan baik.
"Kami berhubungan dengan polisi Inggris, dan jika mereka membutuhkan bantuan kami, kami siap membantu," kata juru bicara polisi Siprus, seperti dikutip AFP, Rabu (7/8).
Robinson, yang dikenal dengan nama asli Stephen Yaxley-Lennon, kini sedang berada di Siprus, mencoba menghindari proses hukum yang sedang berlangsung di Inggris. AFP TV melaporkan bahwa ia terlihat bersantai di tepi kolam renang sebuah hotel bintang lima di kota resor Ayia Napa.
Di Inggris, situasi semakin memanas pasca insiden tragis di Southport, Merseyside, , pada Senin (29/7) pekan lalu.
Insiden itu mengakibatkan tiga anak tewas dalam serangan penikaman di sebuah acara bertema Taylor Swift di sekolah tari. Korban yang meninggal adalah Bebe King (6), Elsie Dot Stancombe (7), dan Alice Dasilva Agular (9).
Insiden ini juga menyebabkan luka-luka pada sepuluh orang lainnya.
Kerusuhan di Inggris terpicu oleh rumor yang menyatakan bahwa pelaku penikaman adalah seorang imigran Muslim. Hal ini memicu unjuk rasa yang berujung pada tindakan kekerasan oleh kelompok sayap kanan. Kekerasan tersebut ditujukan terhadap pencari suaka dan komunitas Islam di berbagai wilayah.
"Dia masih di Siprus sejauh yang kami tahu," tambah juru bicara polisi Siprus mengenai keberadaan Robinson.
Tommy Robinson memiliki sejarah panjang terlibat dalam kegiatan Islamofobia, termasuk menjadi pemimpin English Defence League. Ia juga pernah dipenjara atas berbagai kasus termasuk penyerangan, penghinaan terhadap pengadilan, dan penipuan hipotek.***
Menurut juru bicara polisi Siprus, hubungan antara kedua lembaga penegak hukum tersebut telah terjalin dengan baik.
"Kami berhubungan dengan polisi Inggris, dan jika mereka membutuhkan bantuan kami, kami siap membantu," kata juru bicara polisi Siprus, seperti dikutip AFP, Rabu (7/8).
Robinson, yang dikenal dengan nama asli Stephen Yaxley-Lennon, kini sedang berada di Siprus, mencoba menghindari proses hukum yang sedang berlangsung di Inggris. AFP TV melaporkan bahwa ia terlihat bersantai di tepi kolam renang sebuah hotel bintang lima di kota resor Ayia Napa.
Dampak Sosial dari Insiden Southport
Di Inggris, situasi semakin memanas pasca insiden tragis di Southport, Merseyside, , pada Senin (29/7) pekan lalu.
Insiden itu mengakibatkan tiga anak tewas dalam serangan penikaman di sebuah acara bertema Taylor Swift di sekolah tari. Korban yang meninggal adalah Bebe King (6), Elsie Dot Stancombe (7), dan Alice Dasilva Agular (9).
Insiden ini juga menyebabkan luka-luka pada sepuluh orang lainnya.
Kerusuhan di Inggris terpicu oleh rumor yang menyatakan bahwa pelaku penikaman adalah seorang imigran Muslim. Hal ini memicu unjuk rasa yang berujung pada tindakan kekerasan oleh kelompok sayap kanan. Kekerasan tersebut ditujukan terhadap pencari suaka dan komunitas Islam di berbagai wilayah.
"Dia masih di Siprus sejauh yang kami tahu," tambah juru bicara polisi Siprus mengenai keberadaan Robinson.
Tommy Robinson memiliki sejarah panjang terlibat dalam kegiatan Islamofobia, termasuk menjadi pemimpin English Defence League. Ia juga pernah dipenjara atas berbagai kasus termasuk penyerangan, penghinaan terhadap pengadilan, dan penipuan hipotek.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini