×
image

Viral Rekaman CCTV Ungkap Balita Dianiaya di Daycare Depok, Ditendang Hingga Ditusuk

  • image
  • By Shandi March

  • 31 Jul 2024

CCTV Ungkap Balita Dianiaya di Daycare Depok, Diduga Ditendang dan Ditusuk (Pixabay-fancycrave1)

CCTV Ungkap Balita Dianiaya di Daycare Depok, Diduga Ditendang dan Ditusuk (Pixabay-fancycrave1)


LBJ - Kasus dugaan penganiayaan terhadap balita di sebuah daycare di Depok, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah terungkap rekaman CCTV yang menunjukkan adegan kekerasan yang dialami oleh anak berusia dua tahun.

RD, ibu dari korban, mendapatkan rekaman yang menunjukkan anaknya diduga ditendang dan ditusuk oleh pengelola daycare.

Peristiwa ini terungkap ketika RD menerima laporan dari guru di sekolah anaknya.

“Jadi, untuk kronologinya, sebenarnya kami dapat laporan dari guru di sekolah anak saya. Itu kami baru tahu hari Rabu kemarin tanggal 24 bahwa ada tindak kekerasan yang dialami oleh anak saya. Pelakunya adalah Ketua Yayasan dari Daycare tersebut," ungkap RD di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (30/7) seperti dikutip dari detikcom.

Setelah menerima laporan, RD segera mengecek rekaman CCTV di fasilitas tersebut. Hasilnya mengejutkan dirinya.

“Tanggal 10 Juni 2024, itu anak saya mendapatkan kekerasan berupa pemukulan di beberapa bagian tubuh, lalu ditendang perutnya sampai dia jatuh sampai dia tersungkur, lalu juga ada ditusuk di bagian punggung,” jelas RD.

Bukti visual tersebut dikuatkan dengan foto-foto memar yang didapat setelah anaknya pulang dari daycare.

"Bukti itu cocok dengan bukti yang saya punya, yaitu foto memar-memar di badan anak saya setelah dia pulang dari daycare," imbuhnya.

Meskipun bukti cukup jelas, pihak daycare menolak klaim tersebut.

"Tetapi, setelah kami tahu, orang tua tahu bahwa anak saya memar di bagian tubuhnya, itu kami konfirmasi ke pihak Daycare dan mereka menyanggah. Mereka bilang katanya anak saya itu enggak ada jatuh, enggak diisengin sama teman-temannya, enggak terbentur apa pun," tutur RD.

Baca juga : Saksi Kunci Absen di Sidang PK Saka Tatal, Dedi Mulyadi Gagal Berikan Keterangan

Baca juga : Puluhan Jasad Ditemukan di Khan Younis, Gaza Selatan Pasca Pasukan Israel Mundur

Tindak Lanjut dan Penyelidikan


Kondisi anak RD yang memburuk ternyata bukan karena demam, seperti awalnya yang diduga RD. Dokter yang memeriksa menyimpulkan bahwa memar-memar itu akibat benturan fisik.

"Hasilnya semuanya bagus. Jadi, dokter menyimpulkan bahwa memar itu bukan dari demamnya. Tapi karena ada benturan atau ada tekanan sehingga badan anak saya memar-memar. Tapi, karena kami orang tua merasa bahwa 'Kayaknya enggak mungkin daycare-nya sampai menyiksa anak saya'. Jadi, kita positif thinking," kata dia.

RD telah melaporkan insiden ini ke Polres Metro Depok dengan nomor LP/B/1530/VII/2024/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA, serta ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Kami sudah menerima pengaduan terkait dugaan penganiayaan yang dialami oleh anak Ibu Rizki yang masih 2 tahun. Kami dalam tahap melakukan telaah," kata Komisioner KPAI, Dian Sasmita.

Kasus ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat.***

Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post