Mantan Rektor, Guru Besar dan Mahasiswa Unair Bersatu dalam Aksi Protes Dekan Unair Dipecat
By Shandi March
04 Jul 2024

Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/lbjjakarta/public_html/post.php on line 221
[caption id="attachment_5220" align="alignnone" width="1176"]
Ilustrasi. Ratusan civitas akademik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya menggelar aksi solidaritas menyusul pemecatan dr Budi Santoso dari posisi dekannya. (XYZonemedia.com)[/caption]
LBJ - Ratusan civitas akademik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya menggelar aksi solidaritas menyusul pemecatan dr Budi Santoso dari posisi dekannya.
Pemecatan ini menimbulkan kegaduhan karena Budi diduga dipecat setelah menolak kedatangan dokter asing ke Indonesia. Isu ini memicu kontroversi luas di kalangan medis.
Baca juga : Polisi Tangkap Sepasang Kekasih Pembunuh IRT yang Dibuang di Sukabumi
Banyak pihak menyayangkan tindakan pemecatan Budi karena dia dikenal telah membawa prestasi tinggi untuk FK Unair, termasuk meningkatkan peringkat universitas dalam QS World University Rankings.
"Dan segala macam prestasi, terutama di FK, dipimpin oleh Prof Bus. Di bawah kepemimpinannya, kita sekarang telah maju pesat. FK memiliki jumlah paper terbanyak yang diakui di dunia internasional. Namun, sayangnya berita ini mendadak terdengar," lanjut Puruhito.
Koordinator Lapangan Aksi, dr Yan Efrata Sembiring, menegaskan bahwa pemecatan tersebut melanggar hak asasi manusia dan nilai demokrasi yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.
Mereka mendesak Pimpinan Unair untuk mengembalikan jabatan kepada Budi dan meminta intervensi dari Presiden serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memulihkan nama baiknya.
"Meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembalikan jabatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kepada Prof Budi Santoso. serta memulihkan nama baiknya," pungkasnya.***
Baca juga : Misteri Penemuan Mayat Tanpa Kelamin di Sungai Ciliwung, Bogor

LBJ - Ratusan civitas akademik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya menggelar aksi solidaritas menyusul pemecatan dr Budi Santoso dari posisi dekannya.
Pemecatan ini menimbulkan kegaduhan karena Budi diduga dipecat setelah menolak kedatangan dokter asing ke Indonesia. Isu ini memicu kontroversi luas di kalangan medis.
Baca juga : Polisi Tangkap Sepasang Kekasih Pembunuh IRT yang Dibuang di Sukabumi
Tuntutan dan Dampak pada Universitas
Banyak pihak menyayangkan tindakan pemecatan Budi karena dia dikenal telah membawa prestasi tinggi untuk FK Unair, termasuk meningkatkan peringkat universitas dalam QS World University Rankings.
"Dan segala macam prestasi, terutama di FK, dipimpin oleh Prof Bus. Di bawah kepemimpinannya, kita sekarang telah maju pesat. FK memiliki jumlah paper terbanyak yang diakui di dunia internasional. Namun, sayangnya berita ini mendadak terdengar," lanjut Puruhito.
Koordinator Lapangan Aksi, dr Yan Efrata Sembiring, menegaskan bahwa pemecatan tersebut melanggar hak asasi manusia dan nilai demokrasi yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.
Mereka mendesak Pimpinan Unair untuk mengembalikan jabatan kepada Budi dan meminta intervensi dari Presiden serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memulihkan nama baiknya.
"Meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembalikan jabatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kepada Prof Budi Santoso. serta memulihkan nama baiknya," pungkasnya.***
Baca juga : Misteri Penemuan Mayat Tanpa Kelamin di Sungai Ciliwung, Bogor
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini