×
image

Kakorlantas Ungkap Tren Positif, Kecelakaan Lalu Lintas 2025 Turun Signifikan

  • image
  • By Shandi March

  • 31 Dec 2025

Sejumlah aparat kepolisian sedang mengatur lalu lintas. (Dirlantas Polda Metro Jaya)

Sejumlah aparat kepolisian sedang mengatur lalu lintas. (Dirlantas Polda Metro Jaya)


LBJ - Penurunan angka kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 menjadi sorotan dalam rilis akhir tahun Kepolisian Republik Indonesia. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memaparkan bahwa jumlah kecelakaan mengalami penurunan nyata dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam pemaparan yang disampaikan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12), Agus menjelaskan bahwa angka kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan 2024. Ia menyebut penurunan tersebut mencapai lebih dari enam persen.

“Kecelakaan lalu lintas tahun 2024 yang sebanyak 150.096, turun menjadi 141.608 (pada tahun 2025). Jadi, turun 6,16 persen,” katanya dalam acara Rilis Akhir Tahun 2025 seperti dilansir Antara.

Baca juga : Sudirman–Thamrin Ditutup Sejak Sore saat Car Free Night, Warga Diimbau Naik Transportasi Umum

Tak hanya jumlah kejadian, Kakorlantas juga mengungkap penurunan signifikan pada angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, data fatalitas sepanjang 2025 menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Korban meninggal dunia pada tahun 2024 sebanyak 26.839. Kami tutup terakhir kemarin, ada penurunan 19,8 persen (pada tahun 2025),” ucapnya.

Agus menilai capaian tersebut tidak terjadi secara instan. Ia menyebut Korlantas Polri secara konsisten mengedepankan strategi pencegahan melalui edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Program Polantas Menyapa menjadi salah satu kunci utama dalam menekan angka kecelakaan.

Melalui program tersebut, jajaran polisi lalu lintas aktif mendatangi sekolah, pondok pesantren, serta berbagai komunitas untuk menyampaikan pesan keselamatan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan penindakan semata.

Baca juga : 2.000 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Car Free Night Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta

“Jadi, daripada kita mengejar-ngejar pelanggaran, kita datang ke komunitas, pesantren, sekolahan. Nanti impact-nya (manfaatnya), ternyata ketika kita bicara keselamatan lalu lintas, pelayanan masyarakat, itu ada penurunan yang cukup signifikan,” katanya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa perubahan pola kerja polantas juga diarahkan agar lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Ia menyebut pendekatan tersebut sejalan dengan arahan pimpinan Polri untuk membangun kepercayaan publik.

“Bahkan ada istilah ‘senyum Polri dan senyum polantas itu adalah marka utama’. Jadi, pendekatan-pendekatan humanis seperti apa yang menjadi arahan Bapak Kapolri, kami kedepankan,” ujarnya.

Capaian ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendekatan persuasif dan edukatif mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas di Indonesia.***


Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini

Popular Post