Pelaku Peledakan SMAN 72 Penerima KJP, Ini Sikap Pramono Anung

By Shandi March
15 Nov 2025
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah provinsi tidak akan mengambil keputusan reaktif, terkait status bantuan sosial yang diterima pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta. (X@pramonoanung)
LBJ - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya menanggapi kabar yang menyebut pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta merupakan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Informasi itu beredar sejak polisi menetapkan status hukum anak tersebut sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Pramono menegaskan pemerintah provinsi tidak akan mengambil keputusan reaktif terkait status bantuan sosial yang diterima pelaku. Ia memilih menunggu proses penyelidikan tuntas.
“Ya ini kan masih proses, sehingga dengan demikian saya tidak akan terburu-buru untuk memutuskan,” ujar Pramono di Jakarta, Jumat (14/11).
Menurut Pramono, program KJP diberikan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, pencabutan hak tidak bisa dilakukan atas dasar peristiwa tunggal sebelum ada kesimpulan resmi dari aparat penegak hukum.
Baca juga : Polisi dan Komdigi Blokir Situs Inspirasi Ledakan SMAN 72, Laptop Pelaku Disita
“Bagaimanapun seseorang yang menerima Kartu Jakarta Pintar itu pasti latar belakangnya memang memerlukan untuk itu. Jadi saya belum memutuskan apa pun tentang hal itu,” ucapnya.
Pernyataan ini merespons munculnya desakan publik untuk mengambil tindakan tegas terhadap siswa penerima manfaat yang tersangkut masalah pidana.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri sebelumnya menyampaikan perkembangan penyelidikan ledakan di SMAN 72 Jakarta. Ia memastikan pelaku adalah siswa aktif di sekolah tersebut.
Baca juga : Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Tinggal Bersama Ayah, Disebut Merasa Sendiri dan Tertekan
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, anak yang berkonflik dengan hukum yang disingkat ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan seorang siswa SMA aktif,” kata Asep.
Selain itu, polisi menegaskan anak tersebut tidak didorong pihak manapun untuk melakukan aksi itu.
“Dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu,” lanjutnya.
Hingga kini penyidik masih mendalami motif, sekaligus memastikan bahwa aksi ini dilakukan secara mandiri tanpa keterlibatan kelompok atau jaringan lain.***
Update Cepat, Info Lengkap! Join Whatsapp Channel Kami Klik Disini
